-->

Pelaku Pembunuhan Ketua DPC PAN Nabire Ditangkap di Sorong

TIMIKA (MIMIKA) – Tim Resmob Polres Nabire berhasil menangkap dua dari empat pelaku yang didduga terlibat dalam kasus pembunuhan Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Nabire, Mamfred Madai pada Kamis (14/5) lalu. Kedua pelaku berinisial MW dan PR ditangkap di Kota Sorong pada Selasa (26/5).

Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP I Komang Aswatama saat dihubungi Salam Papua, Selasa (26/5) via seluler membenarkan adanya penangkapan dua pelaku yang diduga terlibat dalam pembunuhan ketua PAN Nabire.

Kata Komang, kedua pelaku berinisal MW dan PR ditangkap oleh tim Resmob Polres Nabire dibantu personil Polres Sorong Kota. Dari kedua pelaku polisi mengamankan sebuah senjata berjenis airsofgun serta sebilah pisau, Saat ini keduanya masih diamankan di Polres Sorong Kota.

Dijelaskan Komang, kasus ini bermula saat korban sejak Kamis (14/5) lalu dikabarkan hilang. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dari hasil penyelidikan polsi menemukan berkas darah pada mobil korban yang dikemudikan terakhir kali oleh WK. Korban diduga dianiaya hingga tewas oleh para pelaku.

“Korban diduga dibunuh diatas Pantai Kali Bobo,” tambahnya

Pengembangan kasus ini terus dilakukan hingga mendapat 3 nama lainnya yang berinisial IM, MW dan PR. Namun MW dan PR telah meninggalkan Kabupaten Nabire menuju Kota Sorong, Papua Barat.

Dikatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pencarian terhadap jasad korban yang hingga kini belum ditemukan.

Seperti diketaui, sebelum terjadi pembunuhan, korban dan WK yang merupakan kekasihnya pergi bersama ke Pantai Nabire. Sekitar pukul 23.00 WIT mereka memarkir mobil di pinggir pantai dan berpindah duduk di kursi tengah.

Selang berapa lama terjadi pertengkaran antara keduanya. WK kemudian mengambil gunting dari dashboard mobil lalu menikam korban. Setelah itu WK kemudian ke pantai untuk membersihkan bekas darah dan membuang gunting tersebut.

Saat kembali ke mobil korban ternyata masih hidup dan sedang berdiri di belakang mobil. Panik, WK kemudian mengemudikan mobil dan menggilas korban. Melihat korban kembali berdiri, WK turun dan mengambil batu dan memukul kepala korban. Saat itu WK mengaku langsung meninggalkan korban . Hingga kini polisi belum menemukan jazad korban juga belum mengembangkan apa peran dua orang yang membantu WK. [SalamPapua]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah