-->

Tambang Pasir di Kali Waisai Berikan Berkah

WAISAI (RAJA AMPAT) – Penambang pasir di Kali Waisai yang terletak di tengah kota menjadi berkah tersendiri bagi para warganya. Tak terkecuali bagi para penambang pasir seperti halnya, kakek Adolof bersama cucunya Sulaman telah menjadi penambang pasir kali selama 3 tahun terakhir ini.

“Saya bekerja nambang pasir ini sudah tiga tahun dan saya dibantu cucu saya sepulang dari sekolah,” ungkap Kakek Adolof saat berbincang-bincang sambil Kakek Adolof bersama cucunya terus melakukan kegiatannya.

Kakek Adolof yang sesekali menyeka keringatnya dengan usapan tangannya, Kakek Adolof menunturkan pekerjaan yang digelutinya memang diakui cukup berat, terlebih diusianya yang senja.

“Ya, kita hanya bisa mengali diwaktu air kali surut, kalau kit abilang saat air meti,” ungkap Adolof yang sesekali melihat cucunya yang masih duduk di SMP kelas 8 yang seharusnya bersekolah tanpa harus bekerja keras, tapi demi memenuhi kebutuhannya, cucu kesayangannya pun turut membantu kakek Adolof.

Diakui Kakek Adolof, dirinya berprofesi sebagai nelayan, namun penghasilan dari nelayan tidak cukup sehingga dirinya harus mengali atau menambang pasir. “Kalau penghasilan saya dari nelayan tidak cukup kami mencari tambahan dengan menambang pasior,” kata Adolof.

Sementara itu, Sulaman kepada wartawan menuturkan dirinya turut membatu kakek Adolof karena merasa kasian. ”Saya kasihan melihat kakek kalau kerja sendiri, saya bantu bantu kakek sekaligus buat cari tambahan uang sekolah,”begitu ucap sulaman dengan mata yang berkaca-kaca.

Disinggung adanya larangan yang dilarang untuk melakukan penambangan, Kakek Adolof mengakui adanya larangan tersebut. Namun, bila mengali dibagian tengah tidak ada masalah. ”Pemerintah tidak melarang kami menambang di sini, malah dibolehkan karna dengan diambil pasir yang ada di tengah, kali semakin dalam dan kapal kapal nelayan bisa masuk kedalam kali, tapi kalau kita menggali yang dipinggir itu bisa sebabkan longsor, nah itu baru dilarang,” ucap kakek Adolof menutup pembicaran. [RajaAmpatPos]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah