-->

Uskup Mimika Pimpin Sakramen Krisma di Hari Pentakosta

TIMIKA (MIMIKA) – Uskup Timika, Mgr Jhon Philip Saklil, Pr memberikan Sakramen Krisma (penguatan) kepada 140 orang krismawan dan krismawati Katolik di Gereja Katedral Tiga Raja, Timika, Kabupaten Mimika, tepat dihari raya Pentakosta, Minggu (24/5).

Uskup Jhon menyatakan bahwa selama kurang lebih dua minggu, dirinya keliling keuskupan mulai dari Paroki Obana hingga ke Paroki Serui untuk memberikan sakramen krisma kepada ratusan umat.

“Saya dua minggu lebih jalan dari Paroki Obano, lalu Paroki Damabagata, Paroki Moenamani, lalu ke Paroki Serui. Sekarang di sini keliling keuskupan untuk memberikan krisma,” ujarnya.

Uskup berharap kepada para krismawan dan krismawati agar dapat bersaksi dengan cara membangun hidup mandiri. Hidup mandiri itu berarti bahwa adan menunjukkan kedewasaan bahwa dalam Roh Kudus para penerima krisma harus menyatakan diri dewasa dan harus hidup mandiri.

“Kalau mandiri berarti engkau harus mampu mempertanggung jawabkan imanmu, mempertanggung jawabkan hidupmu supaya bersaksi. Saya tidak hidup bergantung pada orang lain. Saya tidak hidup di rumah orang lain. Anak-anak krisma harus seperti itu nantinya karena itu adalah tugas,” kata uskup.

Lanjut uskup, belajar hidup mandiri bangun dunia mandiri seperti apa yang dibuat Roh Kudus. Contohnya dengan belajar sungguh-sungguh. Kamu generasi muda haruslah terus belajar agar dapat membantu negeri ini.

“Kamu orang-orang muda harus siap dengan segala perubahan yang akan terjadi ke depan. Dengan adanya pembangunan pabrik smelter, semen, pupuk dan lain supaya kamu itu bisa lawan arus dan jangan orang datang langsung kamu tergusur keluar,” tegasnya.

Kepada para penerima krisma juga diharapkan agar dapat bersekolah dengan baik agar kedepannya jangan menjadi penonton di negeri sendiri. Kepada umat, uskup juga berpesan agar dapat siap secara fisik dan mental mulai dari sekarang supaya menghadapi arus yang kencang ini semua sudah siap secara matang.

“Paling penting, siapkan iman yang kuat bersaksi karena anak cucu dapat terpengaruh dengan arus ini. Sehingga dapat terjerumus ke hal-hal negatif. Maka diharapkan agar orang tua harus kuat sebab besok akan tambah kacau lagi. Timika begini saja su kacau, apalagi besok ada pembangunan banyak pabrik yang otomatis banyak orang dari luar Timika akan masuk,” lanjutnya.

Uskup meminta dengan krisma dan hari Pentakosta ini setiap umat harus kuat. Iman kuat supaya segala sesuatu yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Supaya arus besar ini tidak dapat menggusur umat, sebab jika umat tergusur maka orang lain yang akan menguasai setiap umat didaerah ini atau di daerahnya sendiri.

“Kalau kau mau buktikan, kau punya daerah. Iman itu harus kuat supaya jangan tergusur kemudian hari,” tutupnya. [SalamPapua]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel