Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 1 June 2015

Inggris Tak Mendukung Pandangan Benny Wenda

loading...
KOTA JAYAPURA - Duta Besar (Dubes) Inggris, Moazzam Malik menyatakan, Pemerintahan Inggris tidak pernah mendukung pandangan warga negaranya, Benny Wenda yang menyuarakan untuk mangadakan memisahkan diri Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pemerintah Inggris tidak pernah mendukung terhadap pandangan Benny Wenda. Tidak mendukung pandangan itu, tapi kami mendukung pendapat dari Indonesia,” kata Moazzam kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Yotje Mende, pada Kamis (28/5).

Dia menandaskan, selama Benny Wenda tidak melanggar peraturan bisa bebas mengeluarkan pendapat.

“Ia tidak melanggar peraturan dan bisa bebas mengeluarkan pendapat namun segala visi misi atau pandangan dari Benny Wenda tidak pernah disetujui oleh Pemerintah Inggris,” ujarnya.

Dikatakan kebijakan Inggris mendukung Indonesia yang bersatu dan tidak mendukung kelompok OPM. Pihaknya mendukung aspirasi semua masyarakat,  termasuk hak proses demokrasi, kesejahteraan,  dan proses pertumbuhannya.

Menurutnya, kunjungan pertama yang dilakukan ke Papua untuk melihat sendiri bagaimana situasi yang nyata di Papua dan Papua adalah salah satu Provinsi yang penting sekali untuk masa depan Indonesia.

“Walaupun ada beberapa masalah disini yang harus diatasi, tetapi saya percaya pemerintah baru Jokowi berkomitmen untuk mengatasi masalah disini dengan sering berkunjung ke Papua,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Yotje Mende menegaskan, Benny Wenda merupakan DPO Polda Papua.

“Dia DPO kita, kalau dia datang ke Indonesia  pasti akan kita tangkap,” tegasnya.

Ia mengatakan, Benny Wenda yang saat ini sudah masuk penduduk inggris namun kewargaan negara Indonesia belum dicabut, sehingga yang bersangkutan masih resmi warga negara indonesia (WNI).

“Selama ini ia melakukan perhatian di Papua melalui jalur inernet dengan cara memprovokasi agar menjadi bahan mereka untuk disampaikan kepada Pemerintah Indonesia. Itu dipersilahkan. Tapi ketika menginjak Indonesia kami segera tangkap,” tandasnya. [Antara]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...