Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 5 June 2015

Joko Widodo Minati Wacana Pembangunan Istana Negara di Papua

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengakui sangat tertarik dengan usulan pembangunan sebuah Istana Negara di Papua. Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan, hal itu masih sebatas wacana dan belum ada pembicaraan lebih lanjut.

"Memang ada ide pas presiden ke Papua, wah bagus juga ya bangun istana di Papua," ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6).

Mantan Rektor UGM ini menjelaskan, usulan itu disampaikan langsung oleh Ketua Masyarakat Adat Papua Lenius Kogoya saat bertandang ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis siang.

"Tapi belum ada pembicaraan lebih lanjut soal itu. Tercetus ide dari teman-teman di Papua," beber dia.

Sebelumnya, warga Papua berharap Presiden membangun Istana di wilayah Timur Indonesia, tepatnya di pinggir Danau Sentani. Keberadaan istana Presiden di Papua akan mendekatkan simbol-simbol Negara di daerah itu.

Sebelumnya pada Desember 2014 lalu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta kepada Presiden RI Joko Widodo untuk membangun Istana Kepresidenan di wilayah Papua. Permintaan itu menyusul maraknya kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.

”Hal ini juga sebagai langkah untuk menagih janji 100 hari Presiden Jokowi untuk menuntaskan pelanggaran HAM yang kerap terjadi di Papua,” kata Komisioner Komnas HAM Nur Kholis pada Senin (22/12).

Ia juga mengatakan, perlunya dibangun Istana Kepresidenan di wilayah Timur Indonesia itu dimaksudkan agar pemerintah bisa memantau dan meminimalisir pelanggaran HAM yang selama ini luput dari perhatian pemerintah.

Wacana ini juga didukung oleh Majelis Rakyat Papua (MRP), sebagai lembaga adat tertinggi di Tanah Papua dikatakan hal ini sebagai bentuk perhatiannya kepada wilayah paling timur di Indonesia ini.

“Presiden rencanakan akan bangun istana di Papua dan respon masyarakat Papua dalam hal ini teman-teman dari keluarga besar Sentani sudah kasih tanah, karena kami adalah bagian dari Negara Indonesia,” ujar ketua MRP Timotius Murib.

Ia mengatakan, Papua merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga sebagai warga negara sangat wajar kalau rakyat Papua memberikan tanah untuk bangun satu Istana Presiden di Papua, tepatnya di wilayah Danau Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Warga negara yang baik dan sopan itu adalah Papua, karena penggunaan bahasa Indonesia yang baik ada di Papua, baik dari anak kecil hingga dewasa. Sementara daerah lain terkadang tidak menggunakan bahasa Indonesia, tetapi menggunakan bahasa daerah. Jadi wajar kalau kami sangat dukung rencana Pak Jokowi itu,” tandasnya. [Metro/Papuanesia]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :