-->

Kantor Pemberdayaan Perempuan (KPP) Sorong Selatan gelar Pelatihan Pembuatan Berbahan Sagu

TEMINABUAN (SORSEL) -Pemkab Sorong Selatan (Sorsel) terus berupaya meningkatkan taraf hidup atau tingkat kesejahteraan masyarakat Papua.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk Perempuan Papua. Untuk itulah Kantor Pemberdayaan Perempuan (KPP) menggelar pelatihan pembuatan makanan berbahan sagu bagi perempuan Papua.

Mengingat potensi sagu di Kabupaten Sorsel sangat besar, sehingga terbuka peluang besar untuk mengolah komoditi sagu menjadi berbagai produk makanan. Pelatihan yang digelar selama 4 hari sejak tanggal 27-30 Mei lalu, bertempat di Aula P3W GKI di Tanah Papua dan dibuka secara resmi oleh Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan (Perekbang) Setdakab Sorsel Drs.Menase Thesia, M.Si.

Perempuan Papua yang ikut dalam pelatihan pembuatan makanan berbahan sagu sebanyak 60 orang, dibagi dalam 8 kelompok. Pihak KPP Sorsel mendatangkan instruktur langsung dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Indonesia, guna melatih perempuan Papua membuat berbagai jenis makanan berbahan sagu.

Hadir dalam pembukaan kegiatan pelatihan tersebut antara lain Sekretaris Bappeda Suroso, Kepala Dinas Perindagkop Nimrod Nauw dan Kepala Kantor Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan Hanok Thesia.

Ketua Panitia Pelatihan Pembuatan Makanan Berbahan Sagu, Zipora Hombore pada Selasa (9/6) menjelaskan, instruktur dari BPPT yang melatih perempuan Papua sebanyak 3 orang yakni Prof.Dr.Ir.Bambang Haryanto, M.Si; Ir.Purwa Tri Cahyana, M.Si dan Ade Saepuddin, SE, M.Si sebagai chef.

"Peserta pelatihan mendapat materi berharga selama 4 hari mengikuti pelatihan, berbagai resep makanan dan minuman baik yang basah maupun kering dipraktekan selama pelatihan. Sagu tidak hanya bisa diolah menjadi papeda, sinoli serta kue kering yang diproduksi hanya menjelang hari raya keagamaan," ujarnya.

Ternyata instruktur dari BPPT menunjukan kalau sagu dapat dibuat menjadi jajanan yang setiap hari dimakan seperti gorengan. Dengan demikian dapat mendatangkan keuntungan bagi keluarga, karena produk makanan berbahan sagu dapat dijual setiap hari. Sebanyak 14 sampai 15 resep aneka makanan dan minuman berbahan sagu diselesaikan selama pelatihan.

Selain dari BPPT, ada instruktur dari PT ANJ Agri Papua Ny.Sopacua yang melatih pembuatan minuman menggunakan mutiara sagu. Diharapkan setelah pelatihan ini, kelompok Perempuan Papua dapat menindaklanjutinya. Keterlibatan SKPD terkait lainnya sangat diperlukan dalam menunjang kelompok tersebut. [HumasSorongSelatan]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah