-->

Pelepasan Perdana Drum Band Papua Menuju Pra PON Medan

KOTA JAYAPURA - Drum Band Papua bakal menghadapi persaingan ketat menghadapi saingan-saingan terberat dari provinsi lain dalam upaya mendapat quota pada PON XIX 2016 di Jawa Barat.

Tentunya, hanya atlet yang disiplin, latihan keras, kerjasama yang baik antara pengurus, pelatih dan atlet serta doa yang tulus kelak yang akan lolos pada PON XIX 2016 di Jawa Barat.

Demikian disampaikan wakil ketua KONI Papua, Kenius Kogoya, M.Si pada acara pelepasan kontingen Drum Band provinsi Papua menuju Pra PON tanggal 6-13 Juni di Medan, Sumatera Utara di halaman GOR Cenderawasih, APO Jayapura, Rabu (27/5).

Dikatakan mantan anggota DPR Papua ini, dari 8 quota yang diperebutkan 27 provinsi.  1 quota menjadi milik provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah. Sedangkan sisanya 7 lagi akan diperebutkan 26 provinsi, termasuk drum band provinsi Papua.

“Jangan pernah bermimpi atlet drum band meraih emas, jika atlet latihan, main-main saja. Ingat biaya yang dikeluarkan untuk membiayai atlet cukup besar. Itu semua uang rakyat. Jadi harus latihan secara serius dan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Turut hadir, ketua PDBI Papua, dr. Jhon Manansang, pengurus KONI Papua, pengurus DPBI dan orang tua atlet. Tak lupa pula, Kenius yang juga selaku wakil Satgas Papua Bangkit Mandiri KONI Papua ini meminta kepada semua orang tua para atlet agar selalu memberikan motifasi sehingga apa yang kita harapkan bersama membawa suka cita bagi tanah Papua.

“Saya sadar tugas kontingen drum band Papua untuk lolos cukup besar, tetapi saya optimis dengan latihan yang cukup serius selama kurang lebih dua bulan ini. Drum band Papua, salah satunya dari tujuh provinsi tersebut yang lolos mengikuti PON XIX 2016,’’ kata Kenius.

Lanjutnya, sebagai tim beregu, atlet drum band Papua menempati jumlah atlet yang paling besar. Oleh karena itu, atlet drum band Papua harus bawa emas pulang ke Papua. Dengan demikian nantinya, atlet drum band Papua akan menjadi motifasi bagi atlet-atlet Papua lainnya yang akan mengikuti Pra PON untuk membawa emas pulang ke Papua.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, M.H dalam sambutannya yang dibacakan asisten III sekda Bidang Umum Sekda Papua, Rosina Upessy, SH, mengatakan meskipun Training Centre (TC) dilakukan tidak secara serentak, tapi ia memuji juga bahwa sebahagian cabang olahraga (cabor) lainnya sudah melaksanakan TC berjalan, salah satunya adalah drum band.

Ia juga mengapresiasi keseriusan atlet drum band latihan. Meskipun atlet drum banda Papua capek belajar di sekolah, tetapi semangat atlet mengikuti latihan drum band sore harinya cukup tinggi.

“Saya setiap sore bila lewat dari depan GOR, atlet drum band sore harinya selalu latihan   serius. Ini tentunya modal yang baik dalam meraih impian pada Pra PON di Medan,” katanya.

Untuk itu, ia meminta kepada semua atlet agar tidak mau dilecehkan dan dipandang sebelah mata. Tunjukan bahwa Papua gudangnya atlet-atlet tangguh di Indonesia.

“Sebelum bertanding saya minta agar pelatih dan atlet sebelum turun bertanding selalu berdoa minta kekuatan kepada Tuhan  Maha Esa,’’imbuhnya. [BintangPapua]


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel