-->

Dicurigai Miliki Ilmu Hitam, Seorang Warga Wisapma Habisi Nyawa Istrinya

KOTA JAYAPURA– Seorang pria berinisial YP (30) nekat menghabisi nyawa istrinya Saluema Heluka (40) dengan menggunakan senjata tajam di pinggir Kali Uwe, Kampung Wisapma, Distrik Woma, Kabupaten Jayawijaya, Senin (29/6).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Reskrim Polres Jayawijaya, pelaku mengakui pembunuhan itu telah direncanakan, lantaran malu atas kepribadian istrinya (korban) yang disangka telah memiliki ilmu hitam hingga menelan 30 korban jiwa. Korban ditemukan tewas dengan luka kampak bagian pipi, telinga dan rahang kanan.

Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol Rudolf Patrige mengatakan, dalam kasus ini kepolisian menyita sebilah kampak yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa istrinya.

“Pelaku sudah kami amankan bersama barang bukti untuk kemudian diproses hukum,”kata Patrige, Senin (29/6).

Kasus pembunuhan ini, jelas Patrige, kali pertama diketahui seorang pemuda bernama Ernus Heluka (16) ketika menemukan korban dengan kondisi sudah meninggal dunia di Pinggir kali Uwe Kampung Wisapma Distrik Woma Wamena Kabupaten Jayawijaya.

“Saksi ini tidak sengaja menemukan korban,” jelasnya.

Sementara itu, kata Patrige, pelaku yang tak lain suami korban mengaku sudah merencanakan pembunuhan tersebut pada pukul 06.00 WIT. Ketika itu korban hendak berangkat menuju pinggir Kali Uwe Kampung Wisapma Distrik Woma guna mencuci piring.

15 Menit kemudian, sambungnya, pelaku membuntuti korban dan langsung mengayunkan kampak ke bagian pipi, telinga dan rahang kanan hingga meninggal dunia dilokasi kejadian.

“Kasus ini sudah ada perencanaan sebelumnya, karena pelaku merasa malu terhadap istrinya yang disangka memiliki ilmu hitam hingga menelan 30 korban jiwa,” ungkapnya.

Patrige menambahkan, saat ini kepolisian setempat masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi- saksi termasuk aparat desa Wisapma Pinus Heluka (31).

“Keluarga korban sempat menyatakan tidak akan mempermasalahan masalah ini, namun penyidik tetap akan melakukan tindakan kepolisian, sebagai pegangan apabila terjadi permasalahan dikemudian hari,” tukasnya. [BintangPapua]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah