Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 4 July 2015

DPD RI akan Tindak Lanjuti Pencemaran Danau Sentani

loading...
KOTA JAYAPURA - Acara uji sahih Undang-Undang Wawasan Nusantara digelar di Hotel Swissbell, Kota Jayapura. Acara tersebut dihadiri Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba yang juga berkunjung ke Danau Sentani di Selatan Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, beberapa waktu lalu.

Danau ini memiliki luas 9.630 ha dan kedalaman 70 meter diatas permukaan laut merupakan satu kesatuan dengan Cagar Alam Pegunungan Cycloops yang terletak diantara Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura yang berareal 245.000 ha.

Adriana salah satu peserta dalam acara tersebut mengeluhkan pencemaran yang terjadi di Danau Sentani. Usai acara, Parlindungan Purba langsung menindaklanjuti dengan melakukan kunjungan ke Danau Sentani.

Saat berada di Danau Sentani, Parlindungan Purba juga mendapat keluhan dari masyarakat yang menderita kulit gatal-gatal setelah mandi di Danau Sentani. Selain itu, warga juga mengungkapkan air danau sebelumnya pernah meluap dan sampah plastik memenuhi tepian danau serta pantai.

“Saya meninjau langsung danau ini setelah dapat laporan warga, dan ternyata benar. Masalah ini akan ditindak lanjuti,” imbuh Parlin, sapaan akrab Ketua Komite II DPD RI.

Sementara, Adriana mengatakan bahwa danau tersebut awalnya dicemari oleh limbah rumah tangga seperti plastik, air bekas cuci pakaian dan lainnya. Akibat dari pencemaran air tersebut, pendapatan nelayan yang setiap harinya menangkap ikan menjadi berkurang karena ikan–ikan mati akibat limbah yang mencemari air danau.

Menanggapi keluhan tersebut, Parlin meminta agar gubernur selaku kepala daerah dapat mengkoordinir kelestarian Danau Sentani yang meliputi beberapa kabupaten/kota. Pesta Danau Sentani yang baru saja selesai dengan meriah kiranya dapat menjaga kelestariannya. [Fajar]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...