Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 4 July 2015

Gatot Nurmantyo Diminta Selesaikan Masalah Papua lewat Kemanusiaan dan Kesejahteraan

loading...
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Sukamta mengungkapkan, ketika menjalani fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan, banyak hal menarik yang dipaparkan oleh calon Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Sukamta berharap, Gatot dapat menyelesaikan persoalan negara yang menyangkut keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Apalagi Gatot sempat mengatakan bahwa NKRI adalah harga mati," ujar Sukamta di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

Dia menjelaskan, persoalan yang menyangkut keutuhan NKRI harus diselesaikan oleh Panglima TNI yang baru, seperti persoalan Papua dan Aceh.

"Penyelesaian yang dilakukan juga harus dengan cara yang aman dan tidak mengorbankan keutuhan NKRI," jelasnya.

Dalam menyelesaikan permasalahan Papua kata dia, Panglima TNI harus tetap memperhatikan kemanusiaan dan kesejahteraan warga Papua.

"Dan berusaha agar keutuhan NKRI terus hadir khususnya yang menyangkut wilayah seputar Papua," tandas Sukamta.

Dikatakan, Komisi I telah memberikan restu kepada Gatot untuk menjabat sebagai Panglima TNI baru. Setelah mendapat persetujuan DPR, Gatot tinggal nunggu dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dalam menyelesaikan Papua, harus tetap memperhatikan kemanusiaan dan kesejahteraan warga Papua, dan berusaha agar keutuhan NKRI terus hadir khususnya yang menyangkup wilayah seputar papua," tutur Sukamta.

Ia juga berharap, Panglima TNI baru bisa menjunjung tinggi norma-norma agama, seperti halnya membolehkan anggota TNI wanita berjilbab saat bertugas.

"Itu merupakan bagian dari keyakinan terhadap Yang Maha Esa yang bisa diakomodir dengan sekali lagi tetap memelihara kebaikan, persatuan dan kesatuan TNI," ungkapnya. [Indopos/Okezone]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...