-->

Dua Aktivis KNPB Mnukwar Ditangkap Polda Papua Barat

MANOKWARI – Kepolisian dari Polda Papua Barat dikabarkan telah kembali menangkap dua aktivis Komite Nasional Papua Barat (KPNB) wilayah Mnukwar pada Jumat (3/7).

Samuel Mabel, Komisi Diplomasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Manokwari mengatakan pada Jumat (3/7) aparat kepolisian dari Polres Manokwari telah menangkap dua aktivis KNPB wilayah Mnukawar di sekitar pulau Mansinam.

“Dua aktivis KNPB atas nama Narko Murib yang sebelumnya lari dari tahanan Polres Manokwari dan Jemi Murib. Mereka ditangkap di pulau Mansinam saat mereka dua mau ke Nabire,” ujarnya kepada Jubi melalui telepon genggam dari Manokwari, Papua Barat.

Kata Mabel, setelah ditangkap keduanya dibawa ke Mapolres Manokwari dan saat ini keduanya ditahan bersama dengan tiga aktivis KNPB lainnya di tahanan Polres Manokwari.

“Mereka dua juga sempat dipukul oleh aparat saat ditangkap,” ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya sejumlah media cetak lokal di Manokwari dan Papua Barat, memberitakan seorang tahanan aksi demo damai yang juga aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Narko Murib melarikan diri dari tahanan Mako Brimob Manokwari pada Selasa (16/6).

Sebelumnya, tim advokasi hukum dan hak asasi manusia untuk rakyat Papua Barat yang dikoordinir oleh Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari belum meyakini kebenaran berita itu.

“Dari segi pengamanan di Mako Brimob selama para klien kami, yaitu Alexander Nekenem, Narko Murib, Maikel Aso dan Yoram Magai dititipkan oleh Satreskrim Polres Manokwari, mereka benar-benar dijaga sangat ketat oleh anggota Brimob yang bertugas setiap saat secara bergiliran dan bergantian,” jelas Yan Christian Warinussy. [Jubi]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah