Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 30 July 2015

PT Freeport Indonesia Diijinkan Ekspor Konsentrat Tembaga Sebesar 775 Ribu WMT hingga 2016

JAKARTA - Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) konsentrat tembaga untuk PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 775.115 wet metric tonnes (WMT) yang berlaku sejak 28 Juli 2015 hingga 28 Januari 2016.

Plt Direktur jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih, mengatakan bahwa jumlah besaran izin ekspor yang dikeluarkan sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Angkanya sesuai dengan yang direkomendasikan oleh Kementerian ESDM. Izin ekspor sudah dikeluarkan," kata Suprih, Kamis (30/7).

Suprih menambahkan, dikeluarkannya SPE konsentrat tembaga tersebut sempat sedikit terhambat dikarenakan adanya satuan volume yang berbeda.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan rekomendasi perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga kurang lebih sebesar 775.000 WMT untuk enam bulan ke depan kepada PTFI dianggap sudah memenuhi seluruh persyaratan.

Rekomendasi tersebut dikeluarkan dikarenakan kemajuan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter PTFI sudah sesuai persyaratan yang pembangunannya sudah mencapai 11 persen, sehingga izin ekspor diperpanjang.

Freeport tengah membangun "smelter" tembaga di Gresik, Jawa Timur, dengan kapasitas dua juta ton konsentrat tembaga senilai US$ 2,3 miliar.

Dengan tingkat kemajuan pembangunan smelter sebesar 11% itu, PTFI berhak mendapatkan pengurangan bea keluar (BK) ekspor konsentrat dari 7,5% menjadi 5%.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/PMK.011/2014, jika kemajuan pembangunan smelter antara 0-7,5%, BK dikenakan 7,5%, sementara apabila progres smelter yang dihitung berdasarkan serapan dana investasi antara 7,5-30%, BK dikenakan 5%.

Pada periode enam bulan pertama (25 Juli 2014-26 Januari 2015), Freeport diberikan kuota ekspor 756.000 ton konsentrat tembaga dan untuk 26 Januari-25 Juli 2015 sebesar 580.000 ton. [Antara]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :