-->

DPRD Yalimo Prihatin Penghentian Pencarian Korban Longsor di Apalapsili

KOTA JAYAPURA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Yalimo prihatin atas korban longsor di sekitar Kali Leg, Distrik Apalapsili, Kabupaten Yalimo, pada Minggu, (23/8/). Hingga kini belum ditemukan dan rencana pencarian akan dihentikan.

Lakius Peyon, Wakil Ketua II DPRD Yalimo menjelaskan belum ditemukannya delapan korban longsor tersebut, karena di lokasi longsor sangat sulit medannya dan banyak batu besar yang harus dipindahkan.

Pihaknya telah berkordinasi dengan pemerintah setempat soal pencarian korban longsor tersebut, lanjutnya, bahkan telah menurunkan satu unit alat berat untuk melakukan pencarian disekitar lokasi, namun tetap tak membuahkan hasil.

“Kami sudah upayakan pencarian, bantuan dari masyarakat, bahkan dengan alat berat, tapi tidak ada hasil. Akhirnya kami dan pihak terkait serta pihak adat juga sepakat akan hentikan pencarian hari Sabtu nanti. Akan ditutup juga dengan upacara adat,” kata Peyon, Kamis (03/09) petang.

Bencana alam ini sangat luar biasa, dikatakan Peyon, dimana lokasi longsor tersebut salah satu jalan kabupaten yang menghubungkan ibukota Yalimo, Elelim dan Apalapsili, berdampak putus total. Juga, menurutnya, jembatan yang menyambungkan antara dua distrik itu juga terputus.

“Kasihan warga, apalagi sementara disana sedang persiapan acara 50 tahun masuknya injil pada tanggal 10 September nanti. Itu kan semua harus mobilisasi bahan dari Elelim sehingga kendala sekali,” ujarnya.

Akibat longsor tersebut, dikatakan Peyon, barang kebutuhan pokok disana menjadi mahal, karena jalan tersebut menghubungkan Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang selama ini jadi jalur mobil untuk mengangkut bahan kebutuhan pokok masyarakat.

“Mobilitas terhambat harus dengan pesawat. Seminggu ini kami isi bensin satu liter Rp 100 ribu lebih. Apalagi kebutuhan beras dan lainnya. Kemarin baru berhasil beberapa mobil tembus membawa bahan makanan. Itupun jenis mobil yang seperti Strada, kalau yang lainnya tidak bisa lewat,” jelasnya.

Bukan hanya itu, lanjutnya, bencana longsor ini juga bukan hanya delapan orang, terdapat dua orang korban tewas di distrik Abinaho, Yalimo, menurutnya disana ada kali Tion dan dua anak hanyut disana, namun korban itu sudah ditemukan.

“Jadi total sepuluh korban dari longsor lalu. Kalau dua anak hanyut itu sudah ditemukan,” jelasnya.

Sebelumnya, Delapan karyawan PT Papua Abadi Bersatu (PAB) yang bekerja jalan di Yalimo, Papua, dinyatakan hilang oleh pihak kepolisian setempat. Longsor terjadi di sekitar Kali Leg, Distrik Apalapsili, Kabupaten Yalimo, pada Minggu, (23/08/2015) lalu.

Delapan orang tersebut yakni Ardi Padidik (32), Yoseph Nussy (47), Versus Peon (15), Yopi Kepno (35), Lasarus Wantik (32), Wilumus Wantik (10), Ismail alias Mail (30), dan Ferdy (40).

Juru Bicara Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin membenarkan kejadian tersebut, informasi yang didapat dari masyarakat, sehingga upaya evakuasi dipimpin langsung langsung Kapolres Jayawijaya dan Danramil setempat.

“Evakuasi sejak sore kemarin masih terhalang dengan kondisi geografis yang banyak longsor dan cuaca tidak mendukung pencarian. 8 korban belum diketahui keberadaannya, masih dilakukan pencarian,” kata Patrige. [CendanaNews]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah