-->

Kelurahan Kebun Sirih Mekarkan RT untuk Sosialisasi Wilayah

TIMIKA (MIMIKA) – Lurah Kebun Sirih,Yohanes Wenda menyatakan wilayahnya yang baru dimekarkan pada tahun 2013 ini makin gencar untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat.

Ia menyatakan, sejak menjadi kelurahan baru yang dimekarkan dari Kelurahan Koperapoka dan Kelurahan Kwamki Baru, pihaknya sudah mulai meningkatkan layanan kepada warga, salah satunya dengan memekarkan wilayah rukun tetangga (RT) yang ada. Sehingga masyarakat yang selama ini masih menyangka bahwa dirinya adalah warga dari dua kelurahan terdahulu dapat mengetahui perubahan ini.

“Masih ada masyarakat yang hingga sekarang yang berpikir kalau mereka itu masyarakat dari dua kelurahan itu, sedangkan sebenarnya mereka sudah menjadi warga Kelurahan Kebun Sirih, mereka yang kebanyakan belum tahu adalah yang dari Bendungan hingga Gorong-gorong ke arah bawah,” ungkap Lurah Yohanes kepada Salam Papua diruang kerjanya, Selasa (15/9).

Ia menyatakan, saat ini sudah ada 23 RT yang dimekarkan, dari sebelumnya hanya 8 RT. Sehingga dari pemekaran ini warga yang berada di tempat tiap RT tersebut dapat didata dengan baik.

“Selanjutnya dari pemekaran RT ini saya perintahkan kepada ketua-ketua RT untuk mendata warganya, sebab hingga kini jumlah penduduk di kelurahan kami yang pasti masih belum ada,” jelas dia.

Ia akui, upaya pendataan yang selama ini dilakukan mengalami kendala akibat besarnya wilayah RT induk.

“Sebenarnya terkait total dari kepala keluarga dan jiwa-nya sudah kami terima datanya dari sebagian RT, namun belum kami jumlahkan semuanya, sehingga dari situ baru kita bisa lihat batas RT baru beserta nomor rumahnya,” beber Lurah.

Ia juga menyatakan, pemekaran dan pendataan ini juga dijadikan sebagai usaha guna menertibkan warga yang selama ini tidak jelas status kependudukannya,

“Sehingga dari pendataan itu juga, kami bisa melihat warga yang benar-benar menetap, warga yang sementara dan mereka yang tinggal di kost-kost dan berpindah-pindah. Sebab banyak sekali rumah yang dibangun disini, cuma atas nama saja,” jelasnya.

Sembari mengungkapkan adanya keuntungan dari pemutahiran data penduduk yang dinilainya dapat memberikan gambaran jelas tentang potensi pendapatan kelurahan.

“Dari pendataan ini juga kita dapat melihat tempat usaha, baik itu rumah kos, warung, bengkel dan yang lain lain, sehingga kelurahan dapat memiliki pendapatan supaya tingkatkan pelayanan umum kepada masyarakat,” ungkap dia. [SalamPapua]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah