Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 12 October 2015

15 Titik Panas Baru Ditemukan di Selatan Papua

loading...
KOTA JAYAPURA - Sebanyak 15 titik panas atau hotspot tersebar di beberapa wilayah kabupaten kawasan Papua Selatan terpantau satelit, menurun di bandingkan 100 hotspot pada September.

Jumlah yang sekarang menurun dibanding bulan September yang mencapai hampir 100 titik panas, Kepala Subdit BMKG Wilayah V Jayapura Zeth Padama di Jayapura, Senin (12/10).

Dikatakan, titik panas itu diduga disebabkan aksi pembakaran lahan yang dilakukan masyarakat sehingga menyebabkan lahan yang terbakar meluas.

Lokasi titik panas itu berada di Kabupaten Merauke, Boven Digul dan Kabupaten Mappi, namun terbanyak di Pulau Kimaam, kata Padama.

Sementara itu Dandrem 174/Merauke, Brigjen TNI Supartodi yang dihubungi secara terpisah mengakui, ada laporan tentang kebakaran di beberapa lokasi wilayahnya, namun saat ini sebagian besar sudah berhasil dipadamkan.

Beberapa jembatan kayu habis dimangsa si jago merah, namun kini sudah diperbaiki oleh anggota TNI.

"Memang ada satu atau dua jembatan yang terbakar terutama yang berada di sekitar ruas jalan Merauke-Boven Digul, yakni di sekitar Muting," tambah Supartodi.

Wilayah Korem 174 Merauke meliputi Kabupaten Merauke, Boven Digul, Mappi, Asmat dan Kabupaten Mimika. [Bisnis]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...