Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 12 October 2015

Royke Lumowa Datangi Lokasi Kebakaran Hutan di Wasior

loading...
WASIOR (WONDAMA) - Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa turun langsung ke lokasi kebakaran hutan di Kota Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Minggu (11/10). Dia menyebutkan ada 3 lokasi titik api hingga mengakibatkan kebakaran hutan di Kota Wasior.

Ketiga titik api terletak di  hutan Sanduay yang merupakan lahan pohon pisang, titik api kedua ditemukan di Manggurai yang sebagain besar adalah hutan bambu, kemudian titik api ketiga adalah hutan Naikere atau Dusner.

"Api sudah padam, tetapi kabut asap masih tersisa. Jarak pandang di udara sekitar 5 mil. Pesawat yang saya tumpangi juga dapat mendarat mulus," jelas Royke, Minggu (11/10)

Hanya saja pemandangan kabut asap di Kota Wasior merupakan pemandangan tak biasa. Sebelumnya, hutan di Kota Wasior sengaja dibakar warga untuk pembukaan  lahan bercocok tanam 7 Oktober lalu. Tadinya hanya  kebakaran kecil biasa, namun meluas ke beberapa titik.

"Sudah tak ada lagi bau asap. Saya sempat membuka lubang angin saat pesawat hendak mendarat tadi, tak tercium bau asap. Kemungkinan kabut ini dampak kebakaran lokal sebelumnya dan kiriman asap dari arah selatan," ujar Royke.

Sejauh ini sudah ada dua saksi diperiksa pasca-kebakaran hutan ini. Namun belum ada yang ditetapkan tersangka. [Liputan6]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...