-->

Kehadiran Aristoteles Masoka Masih Dipertanyakan

SENTANI (JAYAPURA) - Keluarga Aristoteles Masoka sampai saat ini masih mempertanyakan keberadaan sopir mendiang Theys Hiyo Eluay yang menghilang sejak tahun 2001 atau 14 tahun yang lalu. Pihak keluarga hingga kini masih bertanya-tanya apakah putra sulung Yonas Masoka ini masih hidup atau telah meninggal seperti yang dialami Theys Hiyo Eluay.

Yonas Masoka ayah dari Aristoteles Masoka yang ditemui Cenderawasih Pos di rumahnya di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Kamis (12/11), mengaku sampai saat ini dirinya atau keluarganya yang lain tidak pernah mendapat tanda-tanda aneh bahwa anaknya itu sudah tidak ada.

“Ada tanda yang dapat menunjukkan orang itu meninggal atau masih hidup di tengah-tengah keluarga dan kami sebagai orang tua pasti dapat merasakannya,” ucapnya sambil memperlihatkan foto Aristoteles yang diletakan berdampingan dengan foto mendiang Theys Hiyo Eluay dan almarhumah istrinya yang telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Sebagai orang tua, Yonas mengaku memiliki firasat kalau anaknya itu masih ada (hidup, red) dan kebenaran ini harus diungkapkan sebenar-benarnya oleh negara. “Apakah Aristoteles “disimpan” atau disembunyikan atau sudah meninggal, harus tidak membuat penasaran masyarakat Papua dan kami sebagai keluarga,” pintanya.

Rasa penasaran ini menurut Yonas juga dialami istrinya Dorsila Ayomi yang hingga akhirnya hayatnya belum juga mendengar kabar tentang anaknya Aristoteles Masoka. Tidak adanya kejelasan mengenai kebedaraan anak sulungnya ini akhirnya menjadi beban moral bagi istrinya sehingga membuat ia jatuh sakit dan akhirnya dipanggil Tuhan pada tahun 2012 lalu. “Sebelum istri saya dipanggil Tuhan, ia sempat berkata, saya tunggu terlalu lama,” kenang Yonas.

Belum adanya kepastian mengenai keberadaan Aristoles Masoka ini membuat Yonas kecewa saat ada pihak-pihak yang mengatakan bahwa kasus Theys Eluay dan Aristoteles selesai.

Yonas yang saat ini berusia 58 tahun menolak keras pernyataan yang menyebutkan kasus pembunuhan Theys Hiyo Eluay tel;ah selesai. Sebab kasus tersebut satu rangkaian dengan hilangnya Aristoteles anaknya.

“Saya mau katakan bahwa kasus ini belum selesai. Karena peristiwa penculikan dan pembunuhan Theys, waktunya baik itu jam, hari dan tahunnya, bersamaan dengan hilangnya anak kami Aristoteles. Jadi kasus ini belum selesai,” tegasnya.

“Kasus Theys memang sudah diputuskan dalam sidang militer di Surabaya, tetapi jangan lupa Aristoteles merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kasus penculikkan dan pembunuhan atau menghilangkan nyawa secara paksa,” sambungnya.

Yonas mengatakan, apabila ada pihak-pihak yang menyebutkan kasus ini sudah selesai, maka ia mempertanyakan keberadaan
Aristoteles saat ini. Hal ini yang menjadi tuntutan keluarga selama ini. “Kami sebagai orang tua merasa kecewa dengan putusan-putusan atau penyampaian dari berbagai pihak yang menyebutkan kasus Theys sudah selesai. Kalau dikatakan kasus Theys sudah selesai, maka kami bertanya kepada pemerintah, kapan kasus Aristoteles Masoka diselesaikan,” tegasnya.

Sejak menghilangnya Aristoteles, Yonas mengaku sudah berusaha sampai ke Jakarta ke Komnas HAM termasuk ke Mahkamah Agung, namun selama 14 tahun, dirinya belum mendapat hasil yang memuaskan.

“Jadi kalau kasus Aristoteles dikatakan sudah selesai, makasaya dengan tegas katakan itu tidak benar,” pungkasnya. [CenderawasihPos]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah