Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 17 November 2016

Partai Buruh Inggris Tidak Dukung Papua Merdeka

loading...
JAKARTA - Partai Buruh Inggris memastikan tak pernah mendukung kemerdekaan Papua. Hal ini disampaikan oleh John Spellar, salah satu anggota Partai Buruh yang ditugaskan untuk isu Asia.

Penegsan Spellar terungkap saat pertemuan yang digelar oleh Fraksi PKS DPR RI dengan Fraksi Buruh Inggris di gedung Parlemen Inggris (House of Commons), Rabu (16/11/2016) dalam rangka kunjungan kerja perorangan.

Pada pertemuan tersebut, Aboe Bakar salah satu delegasi dari Fraksi PKS mempertanyakan sikap Partai Buruh mengenai kemerdekaan Papua.

"Selama ini kami melihat, Partai Buruh Inggris memiliki perhatian yang tinggi terhadap kemerdekaan Papua, Apakah ini memang salah satu fokus utama isu yang diangkat sebagai partai oposisi? Dan apakan isu ini akan tetap diagendakan apabila Partai Buruh berkuasa?" ungkap wakil ketua Fraksi PKS tersebut.

Atas pertanyaan tersebut John Spellar menjelaskan, Partai Buruh mendukung integritas teritorial Indonesia, seperti halnya negara-negara lainnya.

"Apabila ada yang bersuara memberikan dukungan, itu bukan sikap resmi dari Partai kami. Itu hanyalah pendapat dan sikap perorangan dari anggota. Oleh karenanya kami tidak pernah memberikan dukungan untuk kemerdekaan Papua,"jelas nya.

Lebih lanjut John Spellar menyampaikan, partainya tidak memiliki alasan untuk mendukung organisasi papua merdeka.

"Organisasi ini masih terlalu kecil dan tidak jelas bentuknya, oleh karenanya kami tidak memiliki alasan untuk memberikan dukungan. Kami semua memandang Indonesia sebagai negara yang berdaulat secara penuh di semua wilayahnya" papar anggota kaukus parlemen untuk Indonesia tersebut.

Selain bertemu dengan Fraksi Partai Buruh, lawatan Fraksi PKS ini telah bertemu dengan Fraksi Partai Konservatif, NGO Tell Mama yang begerak dalam advokasi korban islamphobia.

Kemudian Direktur Islamic Center London, lembaga caritas Islamic Relief, serta Kedutaan Besar Indonesia di inggris.

"Salah satu tugas kita adalah menjalin kerja sama dan persahabatan dengan anggota parlemen dari negara lain. Pada kesempatan lawatan seperti ini perlu menjadi bagian dari diplomasi politik dalam percaturan hubunan internasional. Utamanya dalam isu-isu kesatuan wilayah NKRI," ungkap Aboe Bakar.

Untuk itu, lanjut Politisi PKS dari Dapil Kalsel ini, kunjungan kerja yang dilakukan oleh anggota seharusnya dapat digunakan untuk mengklarifikasi secara santun mengenai sikap politik pihak lain terhadap Indonesia.
Komunikasi yang baik antar parlemen akan dapat menjadikan tatanan kehidupan yang harmonis dalam percaturan politik dunia.

Pimpinan dan Anggota Fraksi PKS yang hadir dalam acara tersebut adalah Jazuli Juwaini (Ketua Fraksi), Sukamta (Sekretaris Fraksi/Anggota Komisi I), Aboe Bakar Al-Habsy (Wakil Ketua Fraksi/Anggota Komisi III).

Kemudian Iskan Qolba Lubis (Wakil Ketua Komisi VIII), Rofi Munawar (Wakil Ketua BKSAP), Andi Akmal Pasludin (Anggota Komisi IV), dan Johan Rosihan (Anggota DPRD NTB). (tribunnews)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...