Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 30 March 2017

Kabupaten Manokwari Selatan Jadi Lokasi Alternatif Ground Breaking Kereta Api

loading...
MANOKWARI - Kabupaten Manokwari Selatan dapat menjadi lokasi alternatif pelaksanaan peletakan batu pertama (ground breaking) program perkeretaapian di wilayah Provinsi Papua Barat.

Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat Bambang Heriawan Soesanto di Manokwari, Rabu, mengatakan Bupati Manokwari Selatan Markus Waran telah menyatakan kesiapannya menyiapkan lahan pembangunan jaringan kereta Api.

"Bupati sangat siap, bahkan tahun ini pun ground breaking perkeretaapian Papua Barat bisa dilaksanakan di Manokwari Selatan," kata dia.

Dia menyebutkan, sesuai rencana semula, diharapkan pelaksanaan pembangunan jalur rel kereta api dapat dilaksanakan di Kota Sorong. Koordinasi masih dilakukan secara intensif bersama pemerintah kota.

Meskipun demikian, daerah lain seperti Manokwari dan Manokwari Selatan dapat menjadi alternatif pilihan jika Kota Sorong belum siap.

Menurut dia, Pemkot Sorong telah menyiapkan lahan dan sudah di survei pada Juni 2016. Pemerintah setempat saat ini berkoordinasi dengan masyarakat terkait upaya pembebasan lahan tersebut.

Bambang berpandangan, pemerintah pusat sangat serius membangun Papua Barat. Melalui program perkeretaapian, pemerintah ingin daerah ini memiliki alat transportasi massal yang murah, aman, serta dapat menjangkau seluruh pedalaman.

Ia juga menilai, kereta api kedepan dapat menjadi tulang punggung transportasi bagi masyarakat pedalaman Papua Barat. Studi Detail Enggeenering Design (DED) sudah tuntas.

Tahun ini, kata dia, akan masuk pada tahap studi Land Acquisition and Resettlement Action Plan (Larap) dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Dia mengajak masyarakat mendukung agar peletakan batu pertama perkeretaapian Papua Barat dapat dilaksanakan secepatnya. (antara)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...