Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 3 April 2017

Mengenal Frans Kasiepo, Pahlawan Nasional di Pecahan Rp10.000

loading...
 
JAKARTA - Bank Indonesia telah meluncurkan uang kertas Negara Kesatuan Republik Indonesia pecahan sepuluh ribu rupiah bergambar Frans Kasiepo, pahlawan nasional dari Papua. Frans Kaisiepo adalah salah satu pejuang dari tanah Papua.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, pemerintah merilis uang pecahan Rp10 ribu dengan memajang wajah putra Papua. Pastinya, putra Papua tersebut punya jasa besar bagi Indonesia. Ia adalah Frans Kaisiepo. Beberapa tulisan menyebutnya terlahir pada 10 Oktober 1921 di Wardo, Biak. Di kota luar daratan Papua itu, sebuah bandara memakai namanya.

Frans muda termasuk orang-orang Papua pertama yang mengibarkan merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Papua, yang kata Franky Sahilatua adalah “surga kecil yang jatuh ke bumi”. Ketika Papua masih diduduki Belanda, Frans termasuk orang yang aktif dan mengalami jatuh bangun menegakkan eksistensi Republik Indonesia di Papua.

Ia antara lain terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946 yang membahas tentang pembentukan Republik Indonesia Serikat. Sebagai perwakilan dari Papua, kala itu ia mengusulkan nama Irian bagi nama Papua saat itu. Dalam bahasa Biak kata Irian memiliki arti beruap.

Frans Kasiepo pernah menjabat sebagai Gubernur Papua antara tahun 1964-1973. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cend3rawasih, Jayapura. Namanya telah diabadikan sebagai nama Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak.

Sejak November 1964, Frans menjadi Gubernur keempat, di wilayah yang waktu itu disebut Irian Jaya. Jabatan Frans itu dipegang hingga 29 Juni 1973.  Setelah tak jadi gubernur lagi, Frans pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung  hingga meninggal di tahun 1979. 

Frans Kasiepo pernah menjabat sebagai Gubernur Papua antara tahun 1964-1973. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cend3rawasih, Jayapura. Namanya telah diabadikan sebagai nama Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak, dan nama KRI.

Berdasarkan Keputusan Presiden nomor 077/TK/1993, Frans Kaisiepo adalah Pahlawan Nasional Republik Indonesia. Penetapan gambar Frans Kaisepo dalam mata uang dilakukan melalui koordinasi antara BI dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Sekretaris Kabinet, serta Kementerian Hukum dan HAM, setelah melalui persetujuan penggunaan gambar dari ahli warisnya.

Penetapan Frans Kaisiepo sudah melalui seluruh proses tersebut. Pahlawan kelahiran Biak, Papua 10 Oktober 1912 itu akan segera menghiasi bagian depan uang kertas Rp10 ribu. (goodnewsfromindonesia.id)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...