Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 24 January 2018

Lukas Enembe dan Elisa Kambu Nilai Relokasi Warga Asmat Tidak Realistis

loading...
Lukas Enembe dan Elisa Kambu Nilai Relokasi Warga Asmat Tidak RealistisBOGOR, PAPUA.US - Gubernur Papua Lukas Enembe menegaskan, warga di Kabupaten Asmat, Papua, tak bisa dipindah dari daerah asalnya. Rencana relokasi yang ditawarkan pemerintah pun dinilai tak akan terealisasi.

"Paling mungkin di tempat mereka sendiri di satu distrik bangun perumahan, jalan tapi untuk pindah ke tempat lain tidak bisa," kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 23 Januari 2018 malam.

Hal senada disampaikan Bupati Asmat Elisa Kambu. Menurut dia, relokasi tempat tinggal untuk warga Asmat tak mungkin dilakukan karena berhubungan dengan budaya adat istiadat.

Menurut dia, cara yang bisa diambil pemerintah ialah dengan memperbaiki lingkungan tempat tinggal warga di Asmat. Di antara dengan menyediakan akses yang lebih mudah untuk warga dan unit pelayanan kesehatan yang mudah terjangkau.

"Kita harap masyarakat ada di kampung, bukan di hutan atau di mana tidak bermaksud memindahkan mereka dari kampung jauh ke tempat yang jauh dari wilayah mereka," ujar dia.

Jokowi sebelumnya menawarkan relokasi kepada sejumlah penduduk yang tinggal di wilayah terpencil di Papua. Mereka akan dipindah ke wilayah yang lebih mudah dijangkau unit pelayanan kesehatan. 

"Alangkah lebih baik apabila direlokasi ke kota. Jadi (penduduk) desa-desa direlokasi ke kota," ujar Jokowi di sela kunjungan kerja di Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 22 Januari 2018. (MetroTV)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...