Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 23 April 2018

110 Bandara Di Papua Beroperasi Tanpa All Weather Operations

loading...
JAYAPURA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  Wilayah V Jayapura mengumumkan sekitar 110 bandara di Provinsi Papua, beroperasi tanpa All Weather Operations (AWO).

AWO merupakan alat yang dapat dipasangkan telemeteri untuk observasi kearah digitalisasi dan otomatisasi bersama layanan big data BMKG. Keberadaan AWO untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, sebab dapat menginformasikan keadaan maritim dan cuaca.

Menurut Kepala BMKG Wilayah V - Jayapura Petrus Demon Sili, ketiadaan AWO pada 110 bandara tersebut, itu berarti belum ada layanan BMKG disana.

Sehingga pihaknya telah mendorong pemerintah pusat untuk segera melakukan pemasangan AWO , sehingga layanan penerbangan diharapkan jauh lebih optimal untuk keselamatan masyarakat secara luas.

“Makanya kami menyambut baik rencana pemerintah pusat memasang AWO pada sejumlah bandara di Papua. Sebab keberadaan AWO sangat penting untuk keselamatan penerbangan di negeri ini,” tuturnya.

Sebelummnya, BMKG Pusat pada tahun ini, ingin menyiapkan All Weather Operations pada 14 Bandara di Papua dan Papua Barat.

Menurut Kepala  BMKG  Pusat Dwikorita Karnawati, AWO mampu mendukung keselamatan penerbangan, kemaritiman dan  cuaca publik. Pihaknya juga akan mempersiapkan dan segera memasang radar cuaca di Wamena, guna mendukung penerbangan di wilayah pegunungan.

“Makanya, kami juga berharap agar program-program  kerja di tahun 2019, semuanya mendukung program kerja BMKG Pusat, dengan kebijakan qiuck wind atau meningkatkan inovasi layanan berbasis Big Data, Internet of Things and Artificial Intelligence”.

“Artinya supaya stasiun-stasiun dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) di Papua juga bisa meningkatkan instrumentasinya menjadi otomatisasi dan digitalisasi. Sehingga informasi yang akan dihimpun dalam Big Data, Internet of Things and Artificial Intelligence dapat terpenuhi,” tuturnya.

Dia menambahkan, saat ini akurasi untuk prakiraan cuaca menyentuh angka 80 persen. Namun dengan peningkatan teknologi kearah Big Data, Internet of Things and Artificial Intelligence, dia berharap meningkat menjadi 85 persen atau bahkan mendekati 100 persen. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :