Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 8 August 2018

Soedarmo Ajak Pemabuk Alkohol Jadi Pecandu Kopi Papua

loading...
Soedarmo Ajak Pemabuk Alkohol Jadi Pecandu Kopi PapuaJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Penjabat Gubernur Papua Soedarmo mengajak para pemabuk (orang yang biasa mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan), untuk dapat mengubah kebiasaan buruk itu dengan hal yang lebih positif, diantaranya seperti menjadi “pecandu” kopi.

Dengan meminum kopi, lanjut dia, efek yang ditimbulkan adalah membuat stamina tubuh menjadi lebih prima. Sebaliknya mengkonsumsi minuman keras secara berlebih justru menyebabkan menurunnya kemampuan mental seseorang.

“Bahkan bisa berujung pada perbuatan yang mengarah ke kriminal. Makanya, anak muda maupun masyarakat Papua saya ajak untuk mulai mengarah pada kegiatan yang positif, seperti gemar minum kopi.”

“Bahkan saya yakin kalau para generasi muda dan masyarakat bisa merubah kebiasaan dari pemabuk menjadi peminum kopi di rumah atau di cafe maupun kedai-kedai, maka ini bisa mengalihkan mereka dari yang tadinya kerap miras menjadi suka minum kopi. Sehingga angka kasus kriminal pun akan bisa ditekan,” terang Soedarmo di Jayapura, pekan lalu.

Dia meyakini kegiatan festival kopi pertama di Papua  yang baru saja dilaksanakan itu, akan sangat baik jika dilaksanakan minimal setahun sekali. Dengan begitu, paradigma masyarakat menjadi warga yang gemar minum kopi lokal akan bisa diwujudkan.

Sebab selain mampu merubah paradigma pemabuk menjadi peminum kopi, juga diyakini mampu mengurangi tingkat kecanduan generasi muda Papua terhadap narkoba dan sejenisnya.

“Sudahlah anak muda, daripada narkoba atau hirup lem yang kadang-kadang saya lihat ada di pinggir jalan, lebih baik jadi penggemar kopi. Sebab baik miras, narkoba maupun sejenisnya dipastikan tidak akan memberikan masa depan yang cerah kepada seseorang.”

“Sebaliknya kehancuran yang akan menimpa mereka apalagi jika tindakan itu disertai dengan perbuatan kriminal yang merugikan orang lain,” tegasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia Perwakilan Papua kerja sama dengan Pemprov Papua serta pihak perbankan menggelar festival kopi yang pertama, di Halaman Kantor Bank Indonesia Perwakilan Papua, Kota  Jayapura, pekan lalu.

Penjabat Gubernur berjanji akan segera mempromosikan salah satu komoditi andalan bumi cenderawasih itu. Sebab dia menilai kopi Papua tak kalah dengan buatan daerah bahkan negara lain. Bahkan kopi Papua memiliki prospek yang baik untuk meningkatkan perekonomian daerah.

“Saya tahu betul bahwa kopi Papua tidak kalah dari daerah lainnya di Indonesia, termasuk luar negeri. Saya sudah bandingkan kopi dari Kolombia dengan Papua, ternyata kopi kita masih lebih enak.”

“Makanya promosi nanti akan dilakukan di luar negeri melalui mitra kita yang saat ini hadir. Sebab nanti akan ada pameran kopi di Boston USA, tetapi pada September nanti saya akan kirim tim ikuti pameran kopi dibawah Menara Eiffel, Perancis,” tuturnya disela-sela kegiatan itu. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :