Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 4 December 2018

Pemprov Papua Ajak Perempuan Tanam dan Olah Sagu Diminta Jadi Agenda Rutin

loading...
Pemprov Papua Ajak Perempuan Tanam dan Olah Sagu Diminta Jadi Agenda RutinSENTANI, LELEMUKU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua diimbau rutin menggelar program perempuan menanam, memelihara serta mengolah sagu, sekaligus mendorong pemanfaatannya pada sejumlah kabupaten penghasil.

Hal demikian disampaiakan Ketua TP PKK Provinsi Papua, Yulce Enembe disela-sela peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2018, di Kampung Ifale (Kehiran II), Distrik Sentani kabupaten Jayapura, Sabtu (1/12) pekan lalu.

Dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pencanangan gerakan perempuan tanam, pelihara dan olah sagu ini, Yulce menilai peran perempuan cukup penting dalam pemanfaatan salah satu bahan yang dapat diolah menjadi berbagai sumber makanan pokok masyarakat itu.

“Sebab sagu ini memiliki manfaat yang luarbiasa mulai dari daun hingga akar. Bahkan memiliki nilai jual yang cukup tinggi bila sudah diolah menjadi bahan makanan tertentu. Makanya, saya nilai program pemanfaatan sagu cukup penting jika dimaksimalkan, Sebab sagu ini bila dikembangkan akan memberi dampak perubahan ekonomi yang besar bagi masyarakat Papua,” terang dia.

Dia katakan, PKK sebagai mitra pemerintah mendorong pencanangan perempuan menanam, memelihara dan mengolah sagu, sebab kegiatan itu langsung menyentuh serta melibatkan masyarakat, terutama kaum perempuan asli Papua.

Dimana hasil dari kegiatan tanam hingga olah sagu ini, mereka bisa mendapat peningkatan dari segi ekonomi. Program ini pun tercantum dalam 10 program pokok PKK, diantaranya pendidikan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Sehingga bila program seperti ini terus berjalan, saya yakin akan ada perubahan yang terjadi di tanah ini. Apalagi bila semua pihak dan stake holder terkait dapat bersinergis menyukseskan gerakan ini,” terangnya.

Sebelumnya, selain menggelar peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, turut dilaksanakan dimulainya Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GN-PDAS).

Kegiatan tersebut, diselenggarakan Dinas Kehutanan Provinsi Papua, kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Kegiatan tersebut, juga diisi acara lomba kuliner berbahan dasar sagu yang melibatkan mama mama Papua (kelompok binaan PKK) dari setiap distrik yang ada di kabupaten Jayapura. Hadir dalam apel penanaman pohon ini, Kepala Dinas kehutanan Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray beserta jajaran. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...