Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 6 December 2018

TP-PKK Papua Dukung Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

loading...
TP-PKK Papua Dukung Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Papua memastikan bakal memberi dukungan penuh terhadap segala bentuk penghapusan terhadap tindakan kekerasan bagi perempuan dan anak.

Hal demikian disampaikan, Ketua TP PKK Papua Yulce W. Enembe di Jayapura, kemarin.

Oleh karenanya, kita mengajak seluruh elemen masyarakat di Provinsi Papua untuk mengupayakan penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak dimulai dari diri sendiri atau sa (saya,red)”.

Sebab menurut survei yang dilakukan oleh UNDP pada 2016 lalu, di 4 kabupaten, yakni Jayawijaya, Jayapura, Manokwari dan Sorong, 3 dari 5 perempuan pernah mengalami paling tidak satu bentuk kekerasan fisik atau kekerasan seksual.

Sementara satu dari tiga perempuan pernah mengalami kekerasan emosional, 3 dari 4 perempuan pernah mengalami tekanan atau perilaku dikendalikan oleh laki-laki.

“Laporan ini juga menyebutkan sebanyak 13 persen perempuan melaporkan pernah dipaksa berhubungan seks sejak usia 15 oleh orang selain pasangan intim mereka. Bahkan dari sisi frekuensi, secara keseluruhan, 1 dari 7 laki-laki pernah melakukan suatu bentuk perkosaan terhadap pasangan atau bukan pasangan, setidaknya sekali dalam hidup mereka,” kata dia. 

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyampaikan pentingnya peran kaum perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta berpolitik. Dimana memiliki perempuan yang strategis dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Hal demikian bukan tanpa alasan, sebab kaum perempuan dapat berperan menjadi agen pencegahan korupsi yang dimulai dari lingkungan keluarga. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...