Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 14 September 2019

Lukas Enembe Nilai Penjarahan Kantor Gubernur Papua Sudah Terencana

loading...
Lukas Enembe Nilai Penjarahan Kantor Gubernur Papua Sudah TerencanaJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Penjarahan Kantor Gubernur Papua di Jalan Soa Siu Dok II Jayapura oleh masa demonstran pada Kamis (29/08/2019) lalu, dinilai kepala daerah sudah direncanakan secara rapi oleh pihak-pihak tertentu.

Menurut Gubernur Lukas Enembe Hal itu terbukti dari seluruh hasil jarahan massa demonstran, yang diketahui dibawa lari lewat jalur laut dengan perahu bermotor atau speed boat.

“Kita dapat laporan kenapa orang (pendemo,red) sudah siap speed boat (perahu bermotor) di laut (pantai depan Kantor Gubernur Dok II Jayapura). Ini orang (pendemo,red) sudah rencana jahat (untuk menjarah). Masakan datang demonstrasi sudah siap speed boat? Tapi itulah yang terjadi,” sesal Lukas, dalam keterangannya kepada pers, Selasa (10/09/2019).

Ia katakan, sampai saat ini masih menunggu laporan jumlah kerugian akibat penjarahan aset di seluruh ruangan kantor gubernur. Hasil laporan kemudian akan disampaikan kepada institusi terkait untuk dilakukan penghapusan aset, agar tak menjadi temuan saat audit BPK.

Sebelumnya, Sekda Papua Hery Dosinaen prihatin dengan aksi demo berujung rusuh dan penjarahan di Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Kamis pekan lalu.

Belum diketahui nominal kerugian atas penjarahan, namun akibat aksi oknum tak terpuji itu, aktivitas pelayanan sempat lumpuh.

Sebagian besar CPU komputer juga dibawa pulang oleh oknum yang memanfaatkan situasi saat demo menyikapi dugaan tindakan rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur serta protes mematikan jaringan internet.

Pasca demo pula, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Gubernur Dok II Jayapura, masih enggan berkantor karena trauma. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...