-->

Mobil Pengawal Delta Zone Freeport Indonesia Alami Penembakan di Mile 60 Tembagapura

Mobil Pengawal Delta Zone Freeport Indonesia Alami Penembakan di Mile 60 TembagapuraTIMIKA, LELEMUKU.COM - Berlokasi di Area Mile 60 RPU 47, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua telah terjadi ganguan aksi penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap kendaraan pengawalan Delta Zona dengan no lambung 01-4762, Pada Sabtu (30/11/2019).

Saat dikonfirmasi Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto membenarkan telah terjadi aksi penembakan oleh OTK yang diduga dari kelompok KSB pimpinan Hengki Wamang terhadap kendaraan pengawalan Delta Zona dengan no lambung 01-4762 yang di kemudikan oleh Ramadhani dengan membawa 2 penumpang Bapak Latif dan MR. Mathew Philips (WNA).

Mobil Pengawal Delta Zone Freeport Indonesia Alami Penembakan di Mile 60 TembagapuraKapendam XVII/Cenderawasih menerangkan kronologi kejadian tersebut bermula ketika sekitar pukul 15.30 WIT mobil Patroli Zona Delta bergerak dari mile 64 menuju mile 58 dengan membawa MR. Mathew Philips (WNA), Ramdhani (driver 01-4762) dan Latief (01-3261R) untuk menunggu dan menjemput bis dari Terminal gorong-gorong Kota Timika.

Selanjutnya pada Pukul 15.50 WIT terjadi aksi gangguan penembakan di area Mile 60 yang dilakukan oleh orang tak dikenal terhadap kendaraan LWB Delta Zona no lambung 01-4762.

Mendengar aksi penembakan yang dilakukan oleh OTK tersebut, pada Pukul 16.00 WIT Team Satgas TNI-Polri langsung bergerak menuju Mile 60 untuk memberi bantuan dan mengamankan lokasi serta melakukan pemantauan sekitar area Mile 60”, Terang Kapendam.

Mobil Pengawal Delta Zone Freeport Indonesia Alami Penembakan di Mile 60 TembagapuraLebih lanjut Kapendam juga menghimbau kepada Satgas TNI-Polri agar lebih waspada terhadap aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kriminal yang ingin membuat suasana tidak kondusif di Papua.

“Kami berharap Satgas TNI-Polri lebih waspada terhadap kelompok-kelompok yang ingin membuat suasana di Papua tidak kondusif, dan untuk masyarakat kami berharap agar lebih hati-hati, “Pungkas Kapendam. (Pendam17)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah