Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 12 January 2020

KoranProgresif.co.id dan Berita-Indonesia.co.id Nilai Pemberitaan Reuters Tentang Berita Media Dibayar TNI, Hoax

loading...
KoranProgresif.co.id dan Berita-Indonesia.co.id Nilai Pemberitaan Reuters Tentang Berita Media Dibayar TNI, Hoax
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - 2 pimpinan redaksi media online yakni Mochammad Ridhwan dari koranprogresif.co.id dan Jesayas Simarmata dari berita-indonesia.co.id membantah isi pemberitaan dari media internasional Reuters melalui laman websitenya reuters.com.

Dikatakan pemberitaan dari Reuters adalah hoaks atau tidak benar, sebab pernyataan mereka dalam berita tersebut telah dipelintir dan tidak sesuai dengan kenyataan.

"Sehubungan dengan pemberitaan dari Reuters dengan judul "Indonesian army wields internet 'news' as a weapon in Papua' https://ift.tt/2tKCjnV tidaklah benar tentang saudara Yunanto yang telah diberitakan. Ia hanya sebatas pernah membantu ketika website mengalami trobel dan membantu dalam hal publikasi seputar TNI," ujar mereka berdua dalam surat pernyataan diatas materai 5000 tertanggal 9 Januari 2020.

Dikatakan tudingan bahwa pihaknya didanai dan disokong olen Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) sangatlah tidak benar. Temasuk Yunanto Nugroho yang merupakan seorang Kopral Dua (Kopda) di satuan Penerangan Kodam Jaya.

"Tidak benar saya memberikan pernyataan bahwa Yunanto yang mengelola server, admin web kitorangpapuanews.com dioperasikan di markas Komando AD Jakarta. Tidaklah benar bahwa situs web kami dibayar oleh pangkalan militer di seluruh Indonesia," ujar Ridhwan.

Keduannya mengakui bahwa hubungan mereka dengan Yunanto merupakan hubungan profesional antara wartawan dengan narasumber.

"Yunanto hanyalah operator admin website Kodam Jaya yang memang humanis. Kedekatan insan media dengan Satuan Penerangan dan Humas hanya sebatas mitra membina silahturahmi, mendapatkan informasi kegiatan seputar Babinsa tentangh kegiatan Bakti Sosial, kegiatan teritorial dan berita-berita di satuan Kodam Jaya dan jajaran TNI," jelas mereka.

Ridhwan dan Simarmata menegaskan bahwa berita yang ditulis oleh Tom Allard dan Jack Stubbs tersebut memberikan opini menyesatkan yang merugikan pihaknya.

"Kami merasa dirugikan dnegan pernyataan Reuters.com yang menyatakan media kami diciptakan untuk menerbitkan kepalsuan data ke masyarakat. Kami Insan Jurnalis berpegang teguh mengantarkan cita-cita bangsa Indonesia dengan 3 unsur yaitu Pancasila, NKRI dan Bhinekka Tunggal Ika," tutup mereka.

Sebelumnya pemberitaan dari Reuters tertanggal 8 Januari 2020 memberitakan bahwa Yunanto Nugroho disebut-sebut mengoordinasikan sejumlah laman daring propaganda pro-pemerintah soal Papua.

Reuters mengklaim telah mengidentifikasi adanya 10 situs yang bertujuan untuk menerbitkan propaganda pro-Pemerintah soal Papua.
"Situs-situs ini dimiliki dan didanai oleh TNI. Beberapa di antara sepuluh situs tersebut telah beroperasi sejak pertengahan tahun 2017," klaim mereka.

Mereka menyatakan, Kolonel Muhammad Aidi, penasihat intelijen Kopassus telah memberikan penghargaan kepada Yunanto pada bulan November 2019 atas perannya memublikasikan konten yang mendukung tindakan militer dan polisi dalam menumpas pemberontakan separatis di Papua, yang menurut mereka telah lama dilakukan di bawah komando Kopassus.

Dengan menggunakan perangkat lunak dari DomainTools, sebuah platform yang digunakan para peneliti cybersecurity untuk meninjau catatan situs, Reuters mengidentifikasi 10 situs "kantor berita independen" dengan nomor ponsel yang terdaftar adalah milik Yunanto di profil LinkedIn-nya dan ketika dihubungi Yunanto mengatakan itu miliknya dan dia bekerja di TNI.

Sepuluh situs tersebut antara lain adalah berita-indonesia.co.id, koranprogresif.co.id, Kitaorangpapuanews.com dan viralreporter5com.

Mereka juga menyatakan Jesayas Simarmata dari berita-indonesia.co.id dan M. Ridhwan dari koranprogressif.co.id, mengaku jika TNI membayar iklan dan mengundang wartawannya untuk menghadiri acara militer. Ridhwan mengatakan situs dibayar oleh pangkalan TNI di seluruh Indonesia.

Mereka juga mengatakan jika Yunanto, yang menempatkan situs mereka di server dan memiliki akses sebagai administrator web, mengunggah artikel ke situs mereka, termasuk konten dari kitorangpapuanews.com.

"Jesayas mengatakan kitorangpapuanews.com dioperasikan oleh markas komando Angkatan Darat Jakarta," klaim Reuter.(Albert Batlayeri)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...