Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 8 January 2020

Polda Tanggapi Klaim TPNPB Menembak Mati Anggota Brimob yang Membusuk di Hutan Intan Jaya

loading...
Polda Tanggapi Klaim TPNPB Menembak Mati Anggota Brimob yang Membusuk di Hutan Intan JayaJAYAPURA, LELEMUKU.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Papua pada Senin (6/1/2019) menanggapi pemberitaan tentang Pasukan Pembebasan Papua Barat atau TPNPB yang mengklaim telah menembak mati satu anggota pasukan keamanan Indonesia di Kabupaten Intan Jaya, dengan mayatnya sedang membusuk itu adalah tidak benar atau hoax.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH menegaskan pernyataan yang disampaikan Admin TPNPBNews melalui siaran pers yang beredar di media sosial itu benar-benar hoax.

Terkait dengan foto barang-barang berupa identitas serta alat-alat lainnya memang benar merupakan milik anggota, barang-barang tersebut terjatuh pada saat anggota hendak melewati jurang untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok Kriminal Bersenjata di Kabupaten Intan Jaya. Dan untuk anggota yang barang-barangnya terjatuh tersebut saat ini sedang berdinas di Timika.

"Kepada masyarakat untuk cermati di dalam foto tersebut, foto yang terdapat orang yang sedang telungkup (korban) serta dikelililingi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata, situasi dan tempatnya berbeda dengan foto barang-barang berupa identitas seorang anggota, dimana foto yang terdapat orang yang sedang telungkup (korban)  tersebut terlihat dibelakangnya nampak di tengah hutan gersang sedangkan pada foto identitas anggota terlihat berada di tempat di padang rumput hijau, ini bukti bahwa foto tersebut kontraversial dengan pernyataan TPNPB," ujar dia.

Kabid Humas juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya, cek dahulu sumber informasi/berita apakah dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, jika menyebarkan berita hoax akan dikenakan sanksi hukum sesuai dengan Undang-Undang ITE.

"Sampai saat ini situasi Kamtibmas di Papua dalam keadaan aman dan Kondusif, Polda Papua bersama Kodam XVII Cenderawasih dan Pemerintah daerah terus bersinergi menjaga keamanan di tiap-tiap daerah sehingga warga masyarakat dapat beraktifitas dengan baik dan lancar dan adanya rasa takut," tutur Kamal.

Dikatakan aparat keamanan TNI dan Polri akan terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat yang merupakan tugas pokok dalam menjamin keamanan di setiap daerah yang ada di wilayah hukum Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih.

"Aparat keamanan TNI/Polri akan terus melakukan penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata yang terus melakukan kekerasan di Papua khususnya di Daerah Pegunungan baik terhadap masyarakat, TNI dan Polri. Mari kita dukung program-program Pemerintah dalam membangun Papua kedepan menjadi lebih baik," ajak dia.

Sebelumnya dalam siaran pers KOMNAS TPNPB-OPM Per 5 Januari 2020 mengatakan satu anggota brimob yang telah ditembak mati oleh pasukan TPNPB sedang membusuk.

"Pemerintah Indonesia tidak evakuasi mayat korban dan ini sangat biadab karena Pemerintah Indonesia tidak bertanggung jawab atas mayat korban anggota Pasukan mereka. Pada hari Sabtu Tanggal 4  January 2020 Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM telah terima laporan yang dikirim langsung oleh Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, dimana dalam laporan itu telah dilampirkan semua bukti-bukti yaitu photos dan Videos, aktifitas perang TPNPB VS Pasukan Kemanan Indonesia di Intan Jaya-Papua," klaim kelompok tersebut.  (Albert Batlayeri)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...