Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 11 June 2020

Silwanus Sumule Ungkap Kasus Covid-19 di Papua Mencapai 1110 Kasus

loading...
Silwanus Sumule Ungkap Kasus Covid-19 di Papua Mencapai 1110 KasusJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Angka penularan virus corona atau Covid-19 di Papua belum kunjung turun.  Hingga Selasa (9/6/2020) malam, kembali terjadi penambahan sebanyak 30 kasus baru sebagaimana disampaikan Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Papua, Dr. Silwanus Sumule, lewat telewicara.

Dengan tambahan itu, maka total kumulatif positif Covid-19 di Papua sudah menyentuh 1110 kasus.

“Penambahan masih terus terjadi. Karena itu, kami tak putus-putusnya mengimbau agar masyarakat lebih peduli dengan kesehatan dirinya sendiri maupun keluarga dan lingkungan. Tetap jalankan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah, seperti rajin cuci tangan, pakai masker dan hindari keramaian atau tetap tinggal di rumah,” imbau Silwanus.

Sementara tambahan 30 kasus ini, tersebar di lima kabupaten dan kota. Yakni Kota Jayapura 12 kasus, Kabupaten Jayapura 9 kasus, Keerom 6 kasus, Sarmi 2 kasus dan Nabire 1.

Sumule pada kesempatan itu memberi catatan terhadap tiga kabupaten, yakni Sarmi, Mimika dan Keerom.

Dimana untuk Kabupaten Sarmi mengalami penambahan dua kasus baru setelah mampu bertahan selama 49 hari tanpa ada kasus positif baru.

“Sehingga tenaga surveilance di Sarmi kami minta untuk segera melakukan tracing. Termasuk kepada siapa saja yang pernah kontak dengan dua pasien positif itu agar melaporkan diri untuk bisa diputus mata rantai penyebarannya,” ucap ia.

Kemudian untuk Kabupaten Mimika dan Keerom, ia menekankan pada meningkatnya jumlah ODP dan PDP. Dimana ODP di Mimika mencapai 1.566, sementara keerom memiliki 590 PDP.

“Makanya kita harap agar mereka semua ini bisa segera di rapid test dan bila ada yang reaktif bisa secepatnya dilakukan tindakan selanjutnya,” tutupnya. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...