Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 27 October 2020

TNI Polri Kontak Tembak Dengan Kelompok Sabinus Waker di Intan Jaya

loading...

JAYAPURA, LELEMUKU.COM  -  Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH, mengatakan telah terjadi Kontak Tembak antara Tim gabungan TNI – Polri dengan kelompok separatis Pimpinan Sabinus Waker Bertempat di kampung Jalai Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua, Senin (26/10/2020) pukul 05.00 Wit.

Kelommpok separatis yang berjumlah 50 orang terdiri dari orang dewasa dan melibatkan anak remaja yang digunakkan sebagai tameng hidup ini membawa sekitar 17 senjata api.  

Dalam peristiwa itu dua anggota separatis atas nama Rubinus Tigau dan Hermanus Tipagau terkena tembakan. Rubinus Tigau mengalami luka tembak dan meninggal dunia di TKP, sedangkan Hermanus Tipagau masih dalam kondisi hidup dan telah diamankan oleh Tim Gabungan TNI-Polri untuk proses hukum lebih lanjut.

Keduanya pernah terlibat dalam penembakan tim TGPF pada tanggal 9 Oktober 2020 lalu. Sehingga Bambang Purwoko (anggota TGPF) dan dua anggota TNI-AD terluka.

Di lintasan Freeport, mereka sering melakukan penembakan dan merampok. Kelompok yang menamakan diri "Kemabu" ini memiliki belasan pucuk senjata api. 

"Sabinus Waker merupakan adik dari Ayub Waker yang meninggal pada tahun 2019 lalu. Saat ini Sabinus Waker tidak punya pekerjaan tetap. Kehidupan sehari-hari dia mendatangi masyarakat melakukan pemerasan untuk dia dan kelompoknya. Masyarakat di luar Freeport sering diperas,"kata Kamal.

Kabid Humas Polda Papua menegaskan bahwa TNI-polri akan terus melakukan penegakan hukum terhadap kelompok separatis yang mengganggu stabilitas keamanan di Tanah Papua. (Humaspoldapapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...