Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 22 November 2020

Atasi Fenomena La Nina, ustan Saru Pimpin Tim Penanggulangan Bencana Kota Jayapura

loading...
Atasi Fenomena La Nina, ustan Saru Pimpin Tim Penanggulangan Bencana Kota Jayapura.lelemuku.com.jpg

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Adanya instruksi Presiden kepada seluruh Kepala daerah untuk mengatasi terjadinya fenomena La Lina yang sedang berkembang di Indonesia dan mewaspada bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor, ditindaklanjuti pemerintah kota Jayapura dengan menggelar rapat pembentukan tim penanggulangan bencana tingkat kota Jayapura, Selasa, 17 November 2020, yang dipimpin Walikota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM.

Melalui rapat tersebut diputuskan, Wakil Walikota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM menjadi Ketua Tim, Kabag Ops Polresta Jayapura kota menjadi Wakil Ketua tim dan Sekretariat yaitu Kepala Pelaksana BPBD kota Jayapura, dilengkapi 3 bidang yaitu, bidang perencanaan, bidang operasional dan bidang logistik.

Walikota mengatakan, pemerintah bersama seluruh stake holder harus siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan bencana yang terjadi. Khusus di kota Jayapura apabila curah hujan tinggi, harus mewaspadai daerah-daerah yang rawan banjir dan longsor seperti, Perumnas 4, pasar Youtefa, Hamadi, Entrop, Muara Tami dan beberapa titik kali besar yang ada di kota Jayapura.

“Tim ini akan melibatkan instansi-instansi terkait membersihkan kali dan selokan-selokan, sampah dan sedimen harus dibersihkan. Kita harus antisipasi sebelum dan pada saat terjadinya bencana. Selain itu harus terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana. Kami berharap adanya kerjasama yang cepat dan tanggap,” tegas Walikota.

Setelah tim tersebut terbentuk, selanjutnya akan dilaksanakan apel kesiapsiagaan yang rencananya dilakukan pada tanggal 24 November 2020 di lapangan karang PTC Entrop, yang akan menampilkan seluruh personil dan peralatan yang dimiliki. (HumasKotajayapura)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...