-->

Mathius Awoitau Ungkap Penolakan Masyarakat Tabi dan Saireri Atas RDPU MRP

Mathius Awoitau Ungkap Penolakan Masyarakat Tabi dan Saireri Atas RDPU MRP

JAYAPURA, LELEMUKU.COM -  Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si., mengatakan seluruh komponen masyarakat adat Tabi dan Saireri menolak rencana Majelis Rakyat Papua (MRP) menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tentang pelaksanaan Otonomi Khusus di Papua yang akan diselenggarakan di wilayah Tabi khususnya di Kabupaten Jayapura.

“Kami sudah selenggarakan evaluasi Otsus Tabi dan Saireri. Evaluasi itu dihadiri masyarakat adat, unsur perempuan, unsur pemuda, unsur agama, anggota DPR kabupaten kota wilayah Tabi dan Saireri kemudian anggota MRP wilayah Tabi dan Saireri. Selain itu, hadir pula intelektual intelektual,  tokoh masyarakat dan juga ada akademisi dari Uncen,” kata dia saat ditemui usai acara peringatan HUT ke-9 Partai Nasdem di Hotel Horison, Kotaraja, Abepura, Provinsi Papua pada Rabu (11/11/2020).

Sementara hasil dengar pendapat yang sudah digelar untuk wilayah Tabi dan Saireri tersebut sudah diserahkan kepada Pemerintah Prov. Papua, DPRP, MRP dan Mendagri, serta menyepakati untuk Otsus tetap dibutuhkan untuk masyarakat Tabi dan Saireri. 

Workshop 19 Tahun Implementasi dan Evaluasi Otsus di Wilayah Adat Tabi dan Saereri di Suni Garden Lake and Resort, Sentani, Jayapura, Senin (24/8/2020) lalu. 

“Kami mempersiapkan diri untuk melaksanakan evaluasi itu selama 1 bulan, jadi kalau MRP melakukan lagi hasilnya sama saja. Karena itu, masyarakat Tabi dan Saireri menolak RDPU,” terangnya.

Mathius juga menjelaskan, sembilan  kabupaten dan kota di  wilayah Tabi dan Saireri. Setiap kepala daerah sudah mempertanggungjawabkan penggunaan dana Otsus  80 persen.

“Undang-Undang Otsus tidak bisa dikatakan oleh siapapun bahwa Otsus gagal, karena ini undang-undang. Kecuali ada undang-undang yang mengganti, dan itu kewenangan DPR RI. Jika Otsus hanya bisa dievaluasi uangnya, karena itu setiap 20 tahun harus dievaluasi apakah ditambah lagi atau dikurangi lagi. Untuk itu, kami kemarin evaluasi itu dan ada pikiran - pikiran lain untuk masukkan sebagai perbaikan perbaikan Otsus ke depan, untuk kesejahteraan masyarakat Papua,” tutup dia. (Penrem172) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah