Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 10 March 2014

TNI AD Temukan 4 Kampung di Merauke dan Boven Digoel yang Dihuni Warga PNG

MERAUKE – Hasil patroli prajurit TNI- AD yang bertugas di daerah perbatasan Kabupaten Boven Digoel dan Merauke, menemukan empat pemukiman yang selama ini tidak terpantau di daerah perbatasan RI-PNG.  Kuat dugaan 4 kampung itu dihuni oleh Warga Negara PNG.

Hal itu diungkapkan Danrem 174/ATW, Brigjen TNI Bambang Hariyanto kepada media ini  kemarin. Menurutnya, setelah Ia memerintahkan seluruh satuan pengaman perbatasan untuk lebih melebarkan sayap patrolinya, fakta ditemukan 4 pemukiman masyarakat yang selama ini tidak terpantau.

“Kalau sebelumnya patroli yang dilakukan hanya mengarah pada daerah patok perbatasan, tetapi sekarang semua daerah terpencil wilayah perbatasan. Dan fakta yang ditemukan adalah terdapat 4 pemukiman masyarakat yang selama ini tidak terpantau sama sekali,” ujarnya.

Empat kampung itu antara lain, Kampung Deto, Banki, Digo di perbatasan Kabupaten Boven Digoel dan Kampung Yahfi  di daerah perbatasan RI-PNG Kabupaten Merauke.

“Di Kabupaten Boven Digoel yakni Kampung Deto. Kampung Deto sendiri sebenarnya adalah bagian dari Distrik Ukim. Kedua adalah Kampung Banki dan Kampung Digo. Keempat adalah Kampung Yahfi pada 14 Januari lalu oleh Satgas 432/WSJ Kostrad Merauke, itu daerahnya perbatasan Merauke-PNG,” terangnya.

Kata Danrem, keempat kampung itu menurut pengamatan prajurit diindikasi sebagai kampung-kampung yang dihuni oleh WNA asal PNG. Menurutnya, masyarakat Kampung Yahfi awalnya hidup di PNG, kemudian masuk ke wilayah NKRI karena jaraknya hanya 1 km dari daerah perbatasan. Pola hidup mereka sangat tradisional.

“Ini ke depan akan kita lihat apakah dia bagian dari masyarakat PNG atau memang dia ingin repatriasi. Itu masih akan kita lihat dulu setelah saya nanti bicara dengan pemerintah daerah,” terang Danrem.

Menurut Danrem, terkait penemuan pemukiman yang baru itu, TNI AD yang bertugas di daerah tersebut akan terus mengawasi, membatasi dan mencegah agar kampung itu tidak semakin berkembang.

Soal penemuan pemukiman baru itu, Danrem telah melaporkannya ke Kemenkopolhukam melalui staf Menkopolhukam yang datang dua pekan lalu. [BintangPapua]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :