Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 2 August 2015

Bandara Tanah Merah dan Bandara Mopah Ditutup Pasca Erupsi Gunung Madang

KOTA JAYAPURA - Meletusnya Gunung Api Manam di Provinsi Madang menyebabkan dua bandara di Papua Selatan ditutup. Puluhan penerbangan terpaksa ditunda dari Bandara Mopah, Kabupaten Merauke dan Bandara Tanah Merah, Boven Digoel untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah V Papua dan Papua Barat, Zem Irianto Padama mengaku, pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa telah terjadi letusan gunung berapi, di Manam, PNG.

“Bandara di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel ditutup hingga pukul 12.00 wit siang ini, ditutup karena gunung Manam di PNG meletus, takutnya erosi dari letusan itu mengganggu penerbangan di dua kabupaten, provinsi Papua,” kata Irianto saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (1/8).

Disebutkan, pihaknya terus mengamati arah angin, saat ini arah angin mengarah ke Kabupaten Boven Digoel dan Merauke. “Kami perkirakan abu tersebut akan sampai ke sekitar bandara merauke dan boven digoel,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bandara Moppah Merauke, Asri Santosa mengatakan, sejak Jumat malam, 31 Juli 2015, pukul 22.00 WIT, Bandara Mopah, Merauke ditutup karena pergerakan abu vulkanik dari gunung Manam, PNG. Diperkirakan akan bergerak ke bandara tersebut mengikuti arah angin.

“Ada angin bergerak ke Bandara Moppah, Merauke dan Bandara Tanah Merah, Boven Digoel, makanya tanah merah juga di tutup” kata Santosa.

Akibat abu vulkanik kiriman dari Negara tetangga ini, lanjutnya, sekitar 20-an penerbangan pesawat dari dan tujuan kedua badara di tunda, termasuk penerbangan besar, seperti Garuda, Sriwijaya, Lion Air, dan Susi Air.

“Untuk hari ini sekitar 20 penerbangan di tunda, dalam waktu dari jam 10 malam hingga saat ini,” ujarnya.

Dari data yang dihimpun Cendana News, sekitar pukul 11 siang ini, dua bandara tersebut berangsur-angsur beroperasi. Namun, pihak BMKG Wilayah V papua dan Papua Barat terus melakukan pengawasan arah angin dan lainnya, agar sewaktu-waktu dapat di informasikan lebih lanjut. [Antara]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :