Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 9 April 2017

Arkeolog Temukan Artefak Gelang Prasejarah di Situs Fromadi Sawar

 
KOTA JAYAPURA - Arkeolog dari Balai Arkeologi Papua menemukan artefak gelang prasejarah berwarna putih dari bahan kaca di Situs Fromadi, Kampung Sawar, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua.

"Hasil analisis artefaktual menunjukkan gelang ini berwarna putih dan berbahan kaca," kata peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto di Jayapura, Sabtu.

Selain gelang kaca, kata Hari, di Situs Fromadi juga ditemukan benda-bendar prasejarah lainnya seperti gerabah, kapak batu, manik-manik dan sisa makanan berupa cangkang kerang.

"Secara topografi Situs Fromadi ini terletak di pesisir pantai Sarmi," katanya.

Berdasarkan cerita rakyat Kampung Sawar, disebutkan bahwa Situs Fromadi merupakan kampung tua.

"Nenek moyang mereka pernah bermukim di Situs Fromadi dengan mendirikan rumah panggung, selain itu juga mendirikan Karwari atau rumah laki-laki yang sakral," katanya.

Rumah karwari, kata Hari, berbentuk tinggi dan bulat dengan atap kerucut yang digunakan sebagai tempat menyimpan tengkorak-tengkorak dan seruling keramat.

"Rumah Karwari hanya bisa diakses oleh kaum laki-laki, kaum perempuan tidak diperbolehkan memasuki rumah ini," katanya.

Lebih lanjut, kata alumnus Kamus Universitas Udayana Bali ini, gelang kaca dan manik-manik yang ditemukan di Situs Fromadi menunjukkan bahwa pada masa prasejarah, manusia yang menghuni tempat tersebut telah mengenal perhiasan tubuh.

"Keberadaan gelang kaca dan manik-manik di situs ini, diperkirakan berasal dari luar Papua melalui serangkaian tukar menukar dalam perdagangan. Apalagi situsnya terletak di pesisir pantai," katanya. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :