Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 20 April 2017

Belum Terima Insentif, 257 Sarjana Pendata Penduduk Kampung Temui Thomas Ondy

Belum Terima Insentif, 257 Sarjana Pendata Penduduk Kampung Temui Thomas Ondy
BIAK (BIAK NUMFOR) - Sebanyak 257 orang sarjana pendata penduduk kampung (SPPK) menemui Bupati Biak Numfor Thomas Ondy terkait insentif triwulan I 2017 yang belum dibayarkan.

Perwakilan SPPK Biak Numfor Mecky Suruan, di Biak, Rabu mengatakan belum dibayarkan insentif SPPK itu sudah disampaikan ke Bupati Thomas Ondy.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan SPPK dengan Bupati Thomas Ondy yang dilakukan tertutup di ruang kerja bupati.

Setelah itu, mereka menggelar pertemuan internal guna membahas hasil pembicaraan tertutup dengan Bupati Biak Numfor.

"Kami berharap dengan penyampaian tuntutan kepada Pak Bupati, insentif petugas pendata penduduk kampung itu sudah bisa direaliasasikan," ujarnya seusai bertemu Bupati Thomas Ondy di Kantor Bupati Biak Numfor.

Ia mengakui beberapa petugas sarjana putra daerah pendata penduduk kampung mengeluhkan keterlambatan pembayaran insentif tersebut yang memengaruhi kelancaran tugas di lapangan.

Oleh karena itu, pembayaran insentif tersebut sangat dinantikan petugas pendata kampung.

Sebanyak 257 tenaga sarjana putra asli Papua yang itu berasal dari berbagai disiplin ilmu lulusan perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :