Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 20 April 2017

Presiden Joko Widodo Sediakan Rp15,5 Triliun Untuk Jalan Trans Papua

Presiden Joko Widodo Sediakan Rp15,5 Triliun Untuk Jalan Trans Papua
WAMENA (JAYAWIJAYA) - Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyebut Presiden Joko Widodo menyediakan dana sebesar Rp15,5 triliun untuk pembangunan jalan Trans Papua.

"Presiden mengucurkan dana Rp15,5 triliun untuk pembangunan 4.325 kilometer jalan trans-Papua," kata Wakil Ketua Umum Bidang Koordinator Wilayah Timur Kadin Andi Ruman N Karumpa, saat di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Rabu.

Dari 4.325 kilometer itu, kata Andi, yang sudah diselesaikan pengerjaannya sepanjang 3.625 kilometer.

"Jadi masih tersisa 700 kilometer yang akan tersambung di akhir periode Presiden di 2019," katanya.

Ia menambahkan pembangunan jalan trans-Papua merupakan komitmen Presiden untuk membangun Indonesia, khususnya Papua.

Sebelumnya, Anggota Komisi I Bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM DPR Papua Wilhelmus Pigai menilai pembangunan jalan trans-Papua memberikan dampak positif terutama dalam bidang pembangunan di wilayah pedalaman Papua.

"Visi nawacita Presiden Joko Widodo ini sangat baik yang perlu kita apresiasi apalagi komitmennya untuk membangun Indonesia dari pinggiran khususnya di wilayah paling ujung Nusantara," kata Wilhelmus.

Ia juga mengatakan pembangunan jalan trans-Papua merupakan solusi dalam membuka daerah-daerah terisolir yang selama ini tidak terjangkau pembangunan.

Selain itu, Wilhelmus mengharapkan agar dampak positif lain seperti bidang ekonomi termasuk mengatasi kesenjangan harga kebutuhan pokok dan BBM di wilayah pedalaman Papua yang sampai saat ini masih menjadi persoalan dapat terpecahkan.

Ia mengakui berbagai kendala dihadapi para pekerja dalam membangun seperti medan yang sulit termasuk gangguan kelompok bersenjata.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mendukung program ini.

"Supaya visi terbaik ini bisa berjalan dengan baik maka perlu dukungan dari semua pihak baik pemerintah pusat, daerah termasuk stake holders Papua lainnya sampai di tingkat kampung. Sehingga berbagai macam hambatan dan ancaman dapat dilihat secara baik dan dituntaskan, dengan demikian pembangunan jalan ini dapat selesaikan sesuai target yang ditetapkan," ujarnya. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :