Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 30 March 2017

Kasus Anak yang Mencuri di Biak Numfor Kian Meningkat

loading...
BIAK (BIAK NUMFOR) - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengakui prihatin adanya peningkatan kasus tindak pidana pencurian yang melibatkan anak di wilayah hukum Polres Biak Numfor yang triwulan pertama 2017 mencapai 40 kasus.

"Penyidik jajaran Kepolisian Resort Biak menangani serius kasus tindak pidana pencurian yang melibatkan anak di bawah umur dengan mengacu kepada peraturan hukum yang berlaku sehingga tidak merugikan masa depan anak bersangkutan," kata Kapolda Irjen Paulus Waterpauw di Biak, Rabu.

Ia mengatakan, dari pengalamannya menangani kasus tindak pidana anak harus dilakukan pendekatan secara psikologis dan keagamaan sehingga dapat menyadarkan anak telah berbuat kesalahan.

Kapolda Irjen Paulus mengatakan, dengan tindakan hukum yang tepat maka memberikan efek jera dan edukasi terhadap anak agar tak lagi berbuat tindak pidana.

"Peran orang tua untuk mengawasi perilaku anak di lingkungan keluarga sangat penting karena ini bisa mencegah perbuatan pidana oleh anak," ujar dia.

Sementara itu, Kapolres AKBP Hadi mengatakan, adanya peningkatan kasus pencurian melibatkan anak dibanding tahun 2016 yang ditangani Polres Biak pada triwulan 2016 sebanyak 23 kasus pencurian tetapi di 2017 naik menjadi 40 kasus tindak pidana pencurian.

"Ya adanya peningkatan kasus ini harus menjadi perhatian orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di lingkungan setempat," ungkap Kapolres AKBP Hadi Wahyudi seusai pemaparan kamtibmas dengan Kapolda Irjen Pol Paulus Waterpauw, di Biak, Rabu.

Kapolres AKBP Hadi menyebut, untuk penanganan kasus tindak pidana melibatkan anak-anak maka pihaknya tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga proses hukum yang diambik kepada anak.

Sebagai contoh penanganan kasus tindak pidana melibatkan anak di bawah umur, menurut AKBP Hadi, penyidik Polres harus memanggil orang tua dan memberikan anak membuat pernyataan tertulis.

"Jika kasus tindak pidana penurian melibatkan anak maka proses hukumnya dilakukan mengacu peraturan yang berlaku," ujar dia.

Sedangkan kasus tindak pidana triwulan pertama 2017 yang juga mengalami peningkatan dibamding 2016, menurut Kapolres AKBP Hadi, yakni kasus penipuan sebanyak 18 kasus naik 100 persen serta kasus undang-undang perlindungan anak sebanyak delapan kasus.

Pemaparan kamtibmas dilakukan Kapolres AKBP Hadi Wahyudi pada silaturahmi Kapolda Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama pejabat teras Polda Papua dengan tokoh agama, tokoh adat, Bupati Thomas Ondy, forkompinda serta ketua panguyuban masyarakat nusantara. (antara)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...