Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 30 March 2017

Warga Minta SPCI Turunkan Harga Semen di Manokwari

loading...
MANOKWARI - Warga Kabupaten Manokwari, Papua Barat mendesak PT SDIC Papua Cement Indonesia  (SPCI) segera menurunkan harga semen di daerah tersebut.

Ketua Kerukunan Masyarakat Arfak, Doreri, Kuriwamesa, Papua Barat Obet A Rumbruren, di Manokwari, Rabu, mengatakan harga semen Cons SDIC produksi Manokwari tersebut masih cukup tinggi.

"Dengan kehadiran pabrik semen di Manokwari, masyarakat berharap harga semen turun. Kalau belum bisa setara dengan harga semen di Pulau Jawa, setidaknya ada selisih yang tidak terlalu tinggi," kata dia lagi.

Mantan anggota DPRD Provinsi Papua Barat itu berharap, pihak manajemen perusahaan asal China tersebut segera mengubah penerapan harga kepada para distributor. Para distributor juga diharapkan tidak mengambil laba berlebihan.

"Sudah sekian lama masyarakat membeli semen dengan harga dua kali lipat harga di Pulau Jawa. Sekarang pabrik sudah hadir dan berproduksi di Manokwari melalui kekayaan alam di sini, sehingga tidak wajar jika masih menjual semen dengan harga tinggi," ujarnya lagi.

Obet menyatakan, dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan bupati Manokwari dan gubernur Papua Barat. Pihaknya ingin pemerintah daerah menetapkan harga maksimum semen cons SDIC tersebut.

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan secara terpisah mengatakan, pihaknya sudah memanggil dan menggelar pertemuan bersama manajemen perusahaan semen itu.

Pada pertemuan tersebut, pihaknya mendesak agar perusahaan menerapkan harga lebih murah dibanding daerah lain.

Menurut dia, pada pertemuan tersebut PT SDIC mengakui perusahaan menerapkan harga semen sebesar Rp46 ribu per sak di wilayah Maluku dan Rp56 ribu di Manokwari.

"Mereka berjanji akan menurunkan harga secara bertahap. Saya hanya memberi dua pilihan turunkan harga atau pabrik dibongkar," katanya lagi. (antara)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...