Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 30 March 2017

Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Gekar Seminar di SMK Kesehatan Jayapura

loading...
KOTA JAYAPURA - DPC Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Kota Jayapura menggelar Seminar ilmiah dan Workshop Proses Pra Analitik, Analitik dan Pasca Analitik yang benar pada pemeriksaan mikroskopik Malaria bertempat di SMK Kesehatan Dok II Jayapura, Rabu (29/3).

Sebanyak 39 orang peserta Ahli Teknologi Labolatorium Medis (ATLM) yang ikut dalam acara tersebut merupakan perwakilan dari Kota Jayapura, Kabupaten Merauke, Keerom, Jayawijaya dan Kabupaten Boven Digoel.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menopang program pengendalian malaria di Papua secara umum dan secara khususnya bagi Persatuan Analis Laboratorium.” terang dr Berri IS. Wapori, M.Kes.

Di samping itu juga untuk meningkatkan pengetahuan dari para analis labolatorium kesehatan, serta pengetahuan dan memperkuat persatuan mereka.

“Nantinya melalui kegiatan ini diharapkan bisa menunjang mereka dalam program pengendalian eliminasi malaria di Papua sehingga berjalan dengan baik,” harapnya.

Lebih lanjut, jelas  Berri, salah satu bagian dari sistem besar pengendalian malaria di Papua menuju Eliminasi Tahun 2030 adalah pemeriksaan laboratorium.

Kebijakan program dalam pengobatan malaria itu harus didasarkan hasil pemeriksaan darah, baik diperiksa lewat mikroskop maupun dengan cara alami dan cepat. Terkait ini, laboratorium mempunyai peranan yang sangat penting.

“Kami dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua memberikan suport dan dukungan kepada mereka agar kegiatan ini berjalan dengan baik dan para peserta analis bisa mendapatkan pengetahuan yang baik,” tandasnya.

Sementara itu, Piter Saiya, AMd. Kes menambahkan bahwa melatarbelakangi temuan pihaknya terhadap petugas mikroskopis di Papua khususnya di Kota Jayapura dengan angka error yang masih tinggi mendorong diadakan seminar dan workshop.

“Seminar yang kita sudah laksanakan pada hari kemarin dan workshop sebagai praktek terhadap ilmu yang sudah kita terima di seminar,” tambahnya.

Dalam tahapan workshop, dimulai dari tahap pre analitik (pemeriksaan), analitik (proses pemeriksaan) kemudian pasca analitik (pelaporan hasil pemeriksaan).

“Jadi, dalam kesehariannya saat kita bertugas, langkah ini kita lakukan lagi,” jelasnya

Oleh karena itu, Saiya mengharapkan peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan sekembalinya nanti saat bertugas akan tetap diterapkan.

“Intinya seminar dan workshop yang kita adakan ini adalah hal mengenai prosedur pemeriksaan malaria yang ter-update. Kita sebarkan ini juga ke teman-teman di unit layanan supaya mereka mengetahuinya dan menjalankan hal sama,” harapnya.

Diakui Saiya, pihaknya ingin melaksanakan kegiatan ini paling tidak satu minggu agar bisa memantapkan para peserta namun terkendala adanya keterbatasan dana sehingga hanya dilakukan satu hari saja.

“Kedepannya kami harapkan Pemerintah dapat melihat dan lebih memperhatikannya sehingga dapat mengalokasikan dana bagi pelatihan-pelatihan seperti ini,” tukasnya. (antara)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...