Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 14 April 2019

Aryoko Rumaropen Ungkap Biro Otsus Petakan Kebutuhan SDM Papua

loading...
Aryoko Rumaropen Ungkap Biro Otsus Petakan Kebutuhan SDM PapuaJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Dalam rangka menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Biro Otonomi Khusus memetakan potensi SDM asli Papua yang tersebar di 5 wilayah adat yakni Mamta (Mamberamo Tabi), Saireri, Anim Ha, La Pago, dan Mee Pago.

Kepala Biro Otsus Setda Provinsi Papua, Aryoko AF Rumaropen, SP,M.Eng mengatakan dari hasil pemetaan yang dilakukan tim Biro Otsus, kebutuhan beasiswa menurut 5 wilayah adat di Papua mencapai 31277 orang.

“Terdiri dari 2048 orang untuk jenjang pendidikan Diploma, 17987 orang untuk jenjang S1 (Strata Satu), jenjang S2 (Magister) sebanyak 8994 dan jenjang pendidikan S3 (Doktoral) sebanyak 2248 orang,” ungkap Rumaropen semalam.

Lebih lanjut Rumaropen merinci kebutuhan beasiswa untuk masing-masing wilayah adat antara lain wilayah adat Mamta untuk jenjang pendidikan diploma sebanyak 630 orang, Strata Satu (S1) 5450 orang, S2 (Magister) 2725 orang dan S3 (Doktoral) 681 orang.

Selanjutnya wilayah adat Saireri untuk jenjang pendidikan Diploma sebanyak Diploma 316 orang, S1 sebanya 2745  orang S2 sebanyak 1373 orang dan S3 sebanyak 343 orang. Kemudiaan wilayah adat Mee Pago jenjang Diploma sebanyak 419 orang, S1 sebanyak 3865 orang, S2 berjumlah 1932 orang serta 483 orang untuk jenjang S3.

Sedangkan wilayah adat La Pago kebutuhan beasiswa untuk jenjang Diploma 323 orang, S1 berjumlah 2805 orang, S2 sebanyak 1402 orang dan 3511 orang untuk jenjang pendidikan S3.  “Untuk wilayah adat Anim Ha jenjang pendidikan diploma sebanyak 360 orang, S1 berjumlah 3123 orang, S2 sebanyak 1562 orang dan 390 orang untuk S3,”papar Rumaropen.

Karo Otsus menambahkan bahwa penyusunan kebutuhan SDM asli Papua ini dimaksudkan agar terciptanya SDM yang berkualitas, produktif, berdisiplin tinggi, mandiri serta penuh inovasi sesuai dengan potensi di masing-masing wilayah adat.

Hal itu juga sejalan dengan visi misi  gubernur  dan wakil gubernur Papua yakni Papua Bangkit, Mandiri, Sejahtera dan Berkeadilan khususnya misi SDM adalah memantapkan kualitas dan daya saing SDM Papua. “Sesuai kebijakan Gubernur Papua dalam pengembangan SDM untuk peningkatan Kualitas SDM asli Papua, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan SDM asli Papua, pendayagunaan SDM asli Papua dan peningkatan pemerataan pendidikan bagi Putra-Putri Asli Papua. Tujuan berikutnya adalah agar pembagian  beasiswa menurut wilayah adat secara proporsional,”ungkap Aryoko Rumaropen.

Pada laporan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kebutuhan Sumberdaya Manusia Asli Papua  yang digelar Biro Otsus Papua di Jayapura menyebutkan hingga saat ini penerima beasiswa program siswa unggul Papua yang didanai dari dana Otsus kurang lebih 1029 pelajar mahasiswa yang aktif mengeyam pendidikan di dalam negeri sebanyak 476 pelajar mahasiswa sedangkan diluar negeri 553 pelajar mahasiswa. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...