Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 15 April 2019

Tokoh Tanah Papua, Romo Neles Kebadabi Tebay Tutup Usia 55 Tahun

loading...
Tokoh Agama Papua, Romo Neles Kebadabi Tebay Tutup Usia 55 TahunJAKARTA, LELEMUKU.COM – Tokoh agama terkemuka di Tanah Papua Romo DR. Neles Kebadabi Tebay, Imam Projo Keuskupan Jayapura tutup usia pada Minggu (14/04/2019) pukul 12.15 WIB di Rumah Sakit St Carolus Jakarta.

Pria kelahiran Kampung Goodide, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua pada tanggal 13 Februari 1964 silam ini meninggal di usia 55 tahun setelah sepekan menjalani perawatan di ruang ICU lantai 3 RS St Carolus karena kanker tulang.

Jenazah Pastor Neles disemayamkan di rumah duka Carolus, ruang Gabriel dan dipimpin oleh Romo Ivan Haryanto. Selanjutnya misa pelepasan dari Jakarta ke Papua dilaksanakan pada Senin (15/04/2019) pukul 17.00 WIB, kemudian jenazah diterbangkan ke Jayapura dengan pesawat Batik Air.

Menurut dosen ilmu politik dari Universitas Cenderawasih, Marianus Yaung yang ikut menemani pastor disaat-saat terakhirnya, sesuai dengan permintaan terakhir, Pastor Neles ingin  dimakamkan di kampung halamannya di Dogiyai

Tokoh Agama Papua, Romo Neles Kebadabi Tebay Tutup Usia 55 TahunKepergian Pater Neles membuat warga Papua kehilangan salah satu tokoh penting yang berpengaruh khususnya di bidang kemanusiaan.

Semasa hidupnya, Neles Tebay bersama para tokoh agama di Tanah Papua terus memperjuangkan penyelesaian konflik di Papua. Ia kerap bertentangan dengan cara pemerintah Indonesia menyelesaikan masalah Papua yang mengedepankan hukum yang represif terhadap kelompok separatis dan menyarankan pendekatan lain yakni dengan cara damai dan dialogis.

Salah satu patron dialogis yang diwujudkan dengan Muridan Widjojo dan beberapa aktifis kemanusiaan lainnya adalah dengan mendirikan Jaringan Damai Papua (JDP) yang merupakan organisasi sosial yang menjembatani dialog positif dan membangun antara Papua dan Jakarta guna menyelesaikan masalah-masalah HAM, politik dan ideologi yang terjadi di Papua.

Pastor Neles yang merupakan pengajar filsafat dan teologi terkemuka di kalangan Katolik Indonesia, juga adalah Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura, Kota Jayapura.

Ia juga tercatat pernah menjadi wartawan The Jakarta Post di akhir 90-an, menyelesaikan pendidikannya di STFT Fajar Timur, kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Manila, Filipina dan meraih gelar Doktornya di Universitas Kepausan Urbaniana, Roma, Italia pada 2006.

Beragam penghargaan telah diterima Neles Tebay, diantaranya The Tji Haksoon dari Yayasan Keadilan & Perdamaian asal Korea dan anggota Pax Christy Asia Pacific. (Albert Batlayeri)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...