Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 5 May 2019

Mohammad Lakotani Akan Monitori Kenaikan Harga Bapok Jelang Idul Fitri

loading...
Mohammad Lakotani Akan Monitori Kenaikan Harga Bapok Jelang Idul FitriMANOKWARI, LELEMUKU.COM – Prioritas utama yang harus dilakukan untuk menata provinsi agar lebih eksis dalam pelaksanaan pembangunan dan pembinaan  kemasyarakat kearah yang mandiri, maju, aman dan sejahtera kita perlu mengedepankan pelayanan umum dan keberpihakan kepada masyarakat.

Salah satu wujud kepedulian pelayanan kepada masyarakat adalah dengan melakukan kegiatan pemantauan / monitoring stok kebutuhan pokok (Bapok) serta pengendalian terhadap aktifitas perekonomian di lapangan.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotasi, SH, M.Si pada acara Rapat Koordinasi Daerah (FGD) ketahanan stok dan bahan pokok dalam kesiapan pasokan serta stabilisasi harga menjelang Bulan Puasa dan Perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah.

Mohamad Lakotani mengungkapkan bahwa, memasuki Bulan Suci Ramadhan serta Perayaan Idul Fitri harga bahan pokok didaerah ini bila tidak di control secara baik akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, maka untuk mengantisipasi hal dimaksud perlu dicari solusi yang terbaik agar tidak memberatkan pihak konsumen.

Melalui Rakorda ini, diharapkan pihak – pihak terkait dapat berperan aktif untuk mengatasi pelonjakan Harga Bapok di Provinsi Papua Barat.

“Kita akan melakukan monitoring langsung kelapangan, dengan demikian pemenuhan kebutuhan pokok bagi masyarakat tidak disalah gunakan oleh para pedagang yang memanfaatkan momen hari besar keagamaan” tutur Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur juga berpesan kepada seluruh denominasi agama didaerah ini untuk tetap menjaga toloransi dan kebersamaan antar umat agar stabilitas keamanan didaerah ini dapat berjalan dengan aman. (HumasPapuaBarat)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...