Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 11 September 2020

Paulus Waterpauw dan Gustav Urbinas Lakukan Mediasi Bentrok Antara Nafri dan Engros

loading...
Paulus Waterpauw dan Gustav Urbinas Lakukan Mediasi Bentrok Antara Nafri dan EngrosJAYAPURA, LELEMUKU.COM – Telah terjadi keributan yang melibatkan 2 Suku yakni Suku Nafri dan Suku Enggros, Kejadian diakibatkan karena Permasalahan Hak Ulayat Tanah antara Masyarakat Suku Nafri dan Suku Enggros yang  bertempat di Sepanjang Jln. Trans Jayapura-Koya, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Kamis (10/09/2020).

Turut hadir Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas, SH, S.I.K, M.Pd, Dandim 1701 Jayapura Letkol Inf Edwin Apria Chandra, Danyonmarharlan X Jayapura Letkol Marinir Rian Malfi, M.Tr., Hanla, Wadansat Brimobda Papua AKBP Soeroso, Dantim Intel Lantamal X Mayor Laut (P) Apriles Lusien Sukirno, Pabandya Lidmar Sintel Lantamal X Mayor Mar Yudiyanto Darmawan, P.s. Kapolsek Abepura AKP Clief Gerald Duwith, SE, S.IK, Danramil Abepura Kapten Inf Yulianus Simbiak.

Pada saat Kapolda Papua tiba dilokasi Kejadian dan langsung melakukan mediasi dengan Masyarakat Suku Nafri, adapun penyampaian Kapolda yang mengatakan merasa prihatin akibat terjadinya kejadian ini dan pada kesempatan ini harus dibicarakan dengan baik.

“Memang saya telah mendapat laporan dari Kapolsek terkait dengan permasalahan kepemilikan Hak Ulayat, Sehingga nanti kedepan akan kita perbaiki Kembali, Saya mengajak untuk sementara kita harus menahan diri agar tidak terjadi Korban-korban Kembali,” ucap Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw.

Kapolda Papua juga menambahkan akan dilakukan pendampingan dan mengajak untuk berkabung dalam doa agar Korban-korban yang tadi dapat selamat dan bisa kembali ke Kampung masing-masing, tidak ada permasalahan yang tidak dapat diselesaikan, untuk sementara ini duduk dan menahan diri, nanti akan diatur waktu untuk membicarakan terkait permasalahan Hak Ulayat ini dengan menghadirkan Perwakilan dari Kampung Nafri, Enggros, Tobati dan Skouw.

“Saya meminta agar akses jalan dapat dibuka kembali agar saudara kita semua dapat berkendara dengan normal Kembali, untuk permasalahan mungkin nanti kita akan segera selesai kan tetapi kita lebih fokus kan kepada Korban dan pada kesempatan pertama hari ini saya akan menjenguk para Korban,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw.

Untuk anggota yang melakukan tindakan nanti akan  dicek kebenaranya dan apabila terdapat korban luka yang akibat dari tindakan pencegahan yang dilakukan nanti akan dipertanggung jawabkan beserta kerusakan yang dialami.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Muthofa Kamal mengatakan, kerugian materil yang ditimbulkan akibat dari permasalahan Sengketa Hak Ulayat Tanah dari Masyarakat Suku Nafri dan Enggros yakni, 2 Buah kendaraan Jenis Mobil Mitsubishi Triton dan Honda Stream dengan kerusakan Pecah kaca dan kurang lebih 10 Pondok Wisata hangus terbakar.

“Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Polresta Jayapura Kota, sementara luka dari 2 kelompok ada 7 orang yang saat ini sedang dilakukan pengobatan secara intensif agar segera sembuh, kedepan akan dilakukan pertemuan yang melibatkan Perwakilan dari Masyarakat Kampung Nafri, Enggros, dan Masyarakat Kampung Skouw,” ucap Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Muthofa Kamal.

Untuk situasi pasca kejadian dalam keadaan aman dan kondusif, Personil gabungan TNI/Polri terus melakukan patroli guna mencegah hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat dan dihimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk mengganggu stabilitas keamanan. (HumasPoldaPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...