Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 17 April 2013

'Di Timur Matahari', Anak-anak di Tengah Konflik Papua

KOTA JAYAPURA - Papua adalah salah satu tempat terindah di Tanah Air kita ini. Tapi, pendidikan dan berbagai kebutuhan penting lainnya masih sangat minim untuk masyarakat di sana.

Itulah yang dirasakan Mazmur (Simon Sikoway) dan teman-temannya yang tinggal di sebuah desa di daerah pegunungan tengah Papua yang sangat bersemangat untuk menuntut ilmu. Setiap pagi Mazmur dan kawan-kawannya menunggu kedatangan guru pengganti karena sudah 6 bulan tak ada guru yang mengajarkan mereka. Namun, yang ditunggu tak kunjung datang.

Tapi hal tersebut tidak membuat mereka putus asa. "Guru pengganti belum datang, kita menyanyi saja!" itulah kata-kata penyemangat yang selalu dikatakan Mazmur pada teman-temannya.

Bermain, berlari, tertawa suka ria sambil mengelilingi desa, dan mendapatkan banyak pengetahuan baru dari lingkungan dan orang-orang sekitarlah yang dilakukan Mazmur dan teman-temannya untuk mengisi 'waktu luang' mereka. Tak kenal lelah, mereka pun mencari pekerjaan pada Om Ucok (Ringgo Agus Rahman) yang baru bekerja selama sebulan di Papua.

Namun, kegembiraan berubah menjadi duka seketika saat ayah Mazmur, Blasius dibunuh oleh ayah dari teman Mazmur sendiri. Tak terima atas perlakuan tersebut, Alex (Paul Korwa) yang masih memegang kuat adat-istiadat ingin menyelesaikan masalah itu dengan perang. Pertikaian antarkampung pun terjadi.

Seiring dengan itu, kabar duka kematian Blasius sampai juga ke telinga sang adik, Michael (Michael Jakarimilena) yang tinggal di Jakarta. Merasa sangat sedih akan berita tersebut, Michael dan istri, Vina (Laura Basuki) memutuskan pergi ke Papua untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Vina yang biasa hidup di kota serba ada merasakan culture shock saat tinggal di Papua. Mulai dari tak nyaman tidur, kekurangan air, hingga harga makanan yang mahal 3 kali lipat dari Jakarta.

Dengan datangnya Michael dan Vina ke Papua ternyata tidak membuat Alex mengurungkan niatnya berperang untuk membalas dendam atas kematian saudaranya itu. Tentu saja aksi perang tersebut ditentang oleh pendeta Samuel (Lukman Sardi) dan dokter Fatimah (Ririn Ekawati), tapi Alex tetap memutuskan untuk berperang.

Bagaimanakah Mazmur dan teman-temannya menanggapi konflik orang dewasa tersebut? Apakah suara mereka mampu memberikan kedamaian pada dua kubu yang perang itu?

'Di Timur Matahari' selain menyajikan konflik yang terjadi di Papua, film yang berlokasi syuting di Tiom, kabupaten Lanny Jaya itu juga memanjakan mata penonton dengan keindahan alam yang luar biasa dari Papua. Lelucon-lelucon yang dilontarkan Ucok cukup menggelitik sehingga membuat kita tertawa. [DetikHot]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :