You Are Here: Home» asmat , kota jayapura , museum , museum loka budaya , pariwisata , universitas cenderawasih » Museum Loka Budaya Simpan Jejak Kematian Michael Rockefeller di Asmat

KOTA JAYAPURA - Jejak kematian Michael Rockefeller, putra Gubernur New York Nelson Rockefeller, pada tahun 1961 di daerah Asmat, masih berbekas di Kota Jayapura, Papua. Meskipun tidak bersentuhan langsung, keberadaan Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih menyimpan sejarah itu.

Kedatangan Rockefeller ke Agats awalnya untuk membuat film berjudul The Dead Birds. Dalam perjalanannya, pria yang ketika itu masih berusia 23 tahun tersebut tertarik pada koleksi patung Asmat dan berniat mengumpulkan sejumlah patung untuk dipamerkan di Museum of Primitive Art, New York, Amerika Serikat.

Cuaca buruk yang datang tiba-tiba mengubah segalanya. Perahu yang ditumpangi Rockefeller dan seluruh awak, saat menyeberangi bibir Sungai Betsj, mendadak terbalik. Rockefeller yang terburu-buru ingin pergi ke pantai perahunya justru kehilangan kendali dan menabrak daerah pantai. Itulah kali terakhir kawan-kawan seperjalanannya melihat Rockefeller.

"Sejak kematian Rockefeller itu, patung-patung yang semula hendak dipamerkan justru ditinggal di Papua,"tutur Fredrik Sokoy, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Loka Budaya, Universitas Cenderawasih, di Jayapura. [Kompas/HarvardGazzete]