Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 21 April 2013

Telaga Sarawandori, Mutiara Biru di Pulau Yapen

SARAWANDORI (YAPEN) - Tidak ada habisnya mengeksplorasi bumi Cendrawasih yang masih memendam mutiara keindahan dan kekayaan alam asli di belahan Indonesia bagian  timur. Sebagian besar obyek wisata yang ada di tanah Papua masih terjaga kelestariannya, meski tidak sedikit yang sudah diberangus demi keuntungan segelintir golongan. Tak heran panorama alam jelas menjadi magnet bagi para pelancong yang pernah singgah di pelosok nusantara ini.

Telaga Sarawandori adalah salah satu mutiara indah yang terdapat di bumi Papua. Masih tersembunyi diantara hutan belantara membuat telaga ini memiliki pemandangan yang luar biasa. keasrian yang benar-benar terjaga memang membuat tempat ini memiliki pesonanya tersendiri.

Telaga Sarawandori pada dasarnya merupakan perpaduan air laut dan air tawar. Laut biru yang alami berpadu unik dengan air tawar telaga yang kehijauan. Perpaduan tersebut menghasilkan rona yang luar biasa indah dengan bukit di sekelilingnya.

Berjarak sekitar 30 km dari kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Telaga Sarawandori memang menjadi mutiara yang belum terjamah. Telaga berwarna biru dengan panorama yang hutan rimba ini tepatnya berada di desa Sarawandori.

Pada dasarnya Telaga ini bernama Pamoi tetapi memang lebih terkenal dengan sebutan Telaga Sarawandori yang mengacu pada nama kampung yang wilayahnya mencakup telaga. Telaga ini juga sebenarnya menyatu dengan Teluk Mioka.

Dua tanjung yang menjepit teluk dan menyisakan celah dengan lebar sekitar 50 meter ini memang menjadi keajaiban tersendiri. Sebuah jukung tampak membelah wajah telaga hingga menarik garis air yang berlapis-lapis warna mulai dari hijau muda, hijau lalu biru.

Air jernih dari berlapis-lapis warna memang menjadi pesona tersendiri yang jarang dijumpai ditempat lain. Dasar telaga yang biasa dihuni oleh ikan serta beberapa bintang laut dapat terlihat jelas dengan mata telanjang. Tak heran jika berenang dan menikmati jernihnya air menjadi pilihan beberapa pelancong yang berkunjung ke tempat ini.

Selain menyimpan pemandangan alam yang luar biasa, Telaga Sarawandori juga memiliki kisah sejarah yang unik. Telaga yang diapit oleh dua tanjung di bagian Barat Kota Serui ini juga pernah menjadi tempat persembunyian kapal perang antara sekutu pimpinan AS ketika menghadapi Perang Dunia II.

Menikmati Sarawandori juga dapat dilakukan dengan mendayung disekitar telaga. Suasana hening disertai pemandangan yang indah dan sejuk memang menjadi sensasi tersendiri. Ditambah dengan keramahan penduduk sekitar, Sarawandori seakan lengkap dan mencerminkan betapa Indonesia memiliki surga dunia di dalamnya. [PalingIndonesia| AkuCintaIndonesia]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :