Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 31 August 2013

Lukas Enembe Resmikan Rumah Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua

KOTA JAYAPURA – Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, Jumat, (30/08/2013) meresmikan rumah Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, pendeta Albert Yoku yang beralamat di Dok V Jayapura, Distrik Jayapura Utara. Rumah pendeta Albert diselesaikan atas bantuan pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat serta kas Sinode GKI sebesar Rp. 3 milyar.

“GKI di Tanah Papua yang saya sangat hargai, termasuk pendeta Wellem Maloali selaku senior kita yang saya kasihi, para pendeta dan ketua-ketua klasis, guru jemaat, dan gereja di Papua yang saya hormati, karena Tuhan baik untuk kita semua, hari ini saya dipercaya untuk memberi sambutan, pintu sudah terbuka. Saya bangga karena Zending dari Jerman boleh memikirkan Ketua Sinode GKI punya rumah harus berhadapan dengan kediaman Gubernur. Itu sejarah yang tadi kita dengar dari senior kita pendeta Maloali,” ungkap Gubernur Lukas saat sebelum meresmikan.

Menurut Lukas, kawasan Dok V Jayapura, selama ini dikenal dengan kawasan Perumahan elit para pejabat di Jayapura. Bagi dia, GKI adalah gereja besar, maka harus ada yang monumental. “Jadi, itu yang jauh-jauh hari sudah dipikirkan oleh Zending saat itu. Dan pertama saya sudah sampaikan tadi, orang tua pendeta Maloali sudah sampaikan, gereja ini besar, harus ada monumental. Ini masih belum monumental. Kami dari Pemerintah berusaha untuk ada yang monumental di Papua, yaitu jembatan Holtekamp. Sehingga 50 tahun kita bangun dengan integrasi dengan Indonesia, harus ada kegiatan monumental di Papua,” tuturnya.

Mantan ketua Sinode ke tiga GKI, pendeta Wellem Maloali dalam testimoninya mengatakan, rumah dinas ketua Sinode yang ditempati saat ini, sebelumnya  ditempati oleh Direktur Pasific Eksport Import Maskapai Belanda. Selanjutnya, lanjut diaa, dibeli oleh Zending Jerman untuk dijadikan rumah dinas Ketua Sinode GKI di Tanah Papua. Karena, saat itu rumah jabatan ketua Sinode terletak di Argapura,” ungkapnya.

Pantauan media ini, peresmian itu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe. Selanjutnya, pembukaan pintu dilakukan oleh Sekretaris Sinode GKI, pendeta Matheus Adadikam.  Kemudian pemberkatan dilakukan oleh Wakil Sekretaris Sinode GKI, pendeta  Didimus Watofa. [TabloidJubi]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :