Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 31 August 2013

Pemkot Jayapura Bantu Mama Papua di 10 Kampung

KOTA JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura memberikan bantuan usaha sebesar Rp 2 juta per kelompok para Mama Papua di 10 kampung yang ada. Tak hanya memberi bantuan, Pemkot  Jayapura juga berkomitmen melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap sepuluh kelompok tersebut.

“Ini peserta yang sudah jadi, bukan pemula yang kita bimbing sejak awal. Pendampingan yang kita lakukan ini adalah bentuk penguatan per kelompok usaha yang ada. Boleh dikata bantuan ini kecil, akan tetapi inilah wujud perhatian Pemerintah kepada mereka untuk belajar menjadi perempuan pribadi mandiri,”kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Jayapura, Betty Puy, ke tabloidjubi.com di Jayapura, Jumat (30/08/2013). Selain itu, lanjut Betty, diharapkan dengan pemberian bantuan, dapat membantu bagiamana memberikan pengajaran tentang pengelolaan manajemen yang berbasis keluarga demi membantu taraf ekonomi keluarga.

Sementara itu, Wakil Walikota Jayapura, Nuralam mengaku pentingnya memberikan pelatihan manajemen berwirausaha bagi mereka untuk menambah pengetahuan kewirausahaan. Sebab, pengetahuan berwirausaha perlu pendidikan. “Makanya dengan pemberian materi, dalam berbisnis itu bersaing adalah biasa sehingga perlu ditanamkan bahwa siapa yang lolos dari persaingan akan survive dan berkembang.” tuturnya.

Kedepan, hara Nuralam, para Mama Papua ini, tidak hanya menjadi pedagang mikro akan tetapi menjadi pedagang menengah. “Nuralam juga mengapresiasi pedagang dari Mama-mama Papua dan jarang dilihat PKL (Pedagang Kaki Lima) dari bapak-bapak. Ini harus didorong terus guna meningkatkan usaha yang ada,” harapnya. [TabloidJubi]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :